Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

Wow! Ikan Pari Kikir Terekam Wisman asal Jerman di Pantai Selayar, Bawean

Ikan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Pulau Bawean (Foto: Tangkapan layar video Martin Willi Fallebacher)
Ikan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Pulau Bawean (Foto: Tangkapan layar video Martin Willi Fallebacher)

Gresik - Ikan Pari Kikir atau Pari Kekeh yang populasinya dikabarkan sudah kritis, terekam kamera wisatawan mancanegara (wisman) asal Jerman Martin Willi Fallebacher di Pantai Selayar, Desa Sungairujing, Pulau Bawean, Gresik.

Martin yang saat itu tengah melakukan snorkeling di sekitar Pantai Lalajer, sebutan lain Pantai Selayar secara tidak sengaja melihat seekor ikan Pari Kikir di kedalaman 1,2 meter.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Menurut Buang Sari, pemandu wisata yang mengantar Martin snorkling, ikan pari kikir tersebut terlihat di perairan dangkal sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (15/3/2022).

"Kalau panjangnya sekitar satu meter. Ikan ini sudah jarang ditemui nelayan Bawean. Beruntung Martin bisa bertemu dan melihat secara langsung, ia bahkan sempat mengabadikannya. Martin sangat senang, karena dia juga baru pertama kali melihat ikan pari jenis ini," ujar Sari, Rabu (16/3/2022).

Berdasarkan informasi di www.kkp.go.id, ikan Pari Kikir atau Glaucostegus Typus ini umumnya memiliki panjang sekitar 2,7 meter dengan tubuh datar serta mampu beradaptasi sempurna dengan kehidupan laut.

Namun, pertumbuhan ikan pari jenis ini dikenal lambat, begitu pula dengan kematangan kelaminnya. Karena itu jenis ikan pari ini reproduksi rendah. Populasinya tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, India ke Australia dan Taiwan.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Menyikapi penemuan ini, Konservasi Bawean mengusulkan perlunya pemetaan lebih lanjut mengenai kemunculan Ikan Pari Kikir di pulau yang juga dijuluki Pulau Putri itu.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Laut Perkumpulan Konservasi Bawean, Abdul Saddam Mujib menuturkan, kemunculan Pari Kikir di Perairan Pantai Selayar Bawean cukup menarik.

"Karena jenis ikan ini sudah jarang ditemui atau sudah langka maka harus dijaga dan dilestarikan keberadaanya," ucap Saddam.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Dia juga mengungkapkan langkanya ikan Pari Kikir karena kerap diburu untuk kemudian diperdagangkan. Sebab siripnya mempunyai nilai ekonomi tinggi baik di pasar nasional maupun internasional.

"Meski jenis ikan pari ini belum ditetapkan satwa yang dilindungi di Indonesia, tapi polusasinya sangat rentan terhadap penurunan jika ditangkap secara berlebihan," ujarnya.

Dikutip dari website Mongabay.co.id, Pari Kikir merupakan spesies yang hidup di dasar perairan dengan habitat pesisir yang membuatnya lebih mudah ditangkap. Sebagai gambaran, populasi ikan Pari Kikir di Perairan Meditarenia hingga Samudera Hindia mengalami penurunan hingga 50 persen.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.