Jumat, 19 Jun 2026 05:27 WIB

Angka Kecelakaan di Jombang Naik, Kondisi Jalan Jadi Salah Satu Pemicu

Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto merilis hasil Operasi Keselamatan Semeru 2022 (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto merilis hasil Operasi Keselamatan Semeru 2022 (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Selama masa Operasi Keselamatan Semeru 2022, Satlantas Polres Jombang menyebut angka kecelakaan masih tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah cuaca dan kondisi jalan.

Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto menjelaskan, selama operasi berlangsung, ada puluhan peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung

"Selama 14 hari terakhir, data kami menyebut angka kecelakaan sebanyak 48 kali, baik yang luka ringan, sedang, berat hingga meninggal dunia," terang Rudi, Selasa (15/3/2022).

Rudi mengaku, jumlah ini naik sekitar 50 persen jika dibandingkan bulan sebelum operasi. Kata dia, faktor kecelakaan ini disebabkan beberapa hal krusial.

"Seperti cuaca, ini kan sedang musim hujan. Di samping itu, faktor jalan. Kan di Jombang ada jalan yang kondisinya agak bagus, kurang bagus dan tidak bagus," ungkapnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Dia menegaskan, kecelakaan didominasi kendaraan roda dua. Sedangkan usia pengendara yang mengalami kecelakaan didominasi usia produktif, antara 16 hingga 35 tahun.

Selain angka kecelakaan yang naik, Rudi menyebut bahwa pelanggaran lalu lintas selama operasi juga meningkat. Menurutnya, sebelum dilakukan operasi, terdapat 897 pelanggaran yang tercatat.

"Dari pelanggaran itu, 240 dilakukan penilangan, 657 dilakukan teguran saja," paparnya.

Baca Juga: Kecelakaan Truk Vs Pickup di Tulungagung, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis

Sedangkan dalam 14 hari masa operasi, jumlah pelanggaran naik drastis menjadi 1.706 pelanggaran.

"Akan tetapi dalam operasi kemarin kita tidak melakukan tilang, alias nol persen. Semua pelanggaran yang ditemukan petugas, dilakukan teguran saja," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.