Kamis, 18 Jun 2026 07:12 WIB

Pengedar Upal Ditangkap di Pasar Burung Surabaya, Barang Bukti dari Jakarta

Dua pelaku dan barang bukti uang palsu.(Foto: Polsek Tegalsari for jatimnow.com)
Dua pelaku dan barang bukti uang palsu.(Foto: Polsek Tegalsari for jatimnow.com)

Surabaya - Aparat Polsek Tegalsari mendalami kasus peredaran uang palsu dengan tersangka 2 orang. Yakni Putu (62) asal Buleleng, Bali, dan Darmono (45) asal Sukodono, Sidoarjo. Hasil interogasi diketahui bahwa mereka mendapatkan uang palsu dari Jakarta. "Dari keterangan pelaku Putu mengaku bahwa uang palsu tersebut dibeli dari seseorang di Jakarta," ujar Kanit Reskrim Polsek Tegalsari AKP Marji Wibowo, Senin (14/3/2022).

Tersangka membeli uang palsu dengan perbandingan 1:3. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 197 lembar atau Rp19,7 juta. "Diduga, ada beberapa lembar upal yang sudah dipergunakan tersangka. Kami masih selidiki ini," ujarnya.

Baca Juga: Polres Tuban Ungkap Peredaran Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan

Dari bentuknya, lanjut Marji, uang palsu ini sudah beda dengan aslinya. Uang palsu yang diedarkan tersangka kertasnya lebih tipis. "Jika dipegang akan sangat terasa perbedaannya. Upal tersebut diduga hanya diprint karena menggunakan kertas biasa. Menggunakan kertas HVS saja. Jika masyarakat menerapkan cara dilihat, diraba dan diterawang, pasti mengetahui jika itu palsu," beber Marji.

Baca Juga: Pasca Demo Ricuh Surabaya, Pemkot Gelontor Rp2,5 Miliar Perbaiki Fasum

Sebelumnya diberitakan, sindikat pengedar uang palsu tertangkap saat melancarkan aksinya di pasar burung, Jalan Ronggowarsito, Surabaya. Pelaku sebanyak dua orang. Yakni, Putu (62) asal Buleleng, Bali, dan Darmono (45) asal Sukodono, Sidoarjo. Mereka diamankan Unit Reskrim Polsek Tegalsari saat bertransaksi untuk membeli sesuatu barang menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.