Rabu, 17 Jun 2026 00:29 WIB

Mengintip Dapur Loe Lan Ing Lamongan, Pewaris Resep Asli Wingko Babat Sejak 1898

Wingko Babat Loe Lan Ing di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Wingko Babat Loe Lan Ing di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Penasaran menikmati wingko babat seperti rasa awal di mana kudapan itu ditemukan? Loe Lan Ing di Lamongan adalah tempat yang tepat. Ya, di sana merupakan gerai pewaris resep asli wingko babat.

Kata Loe Lan Ing sebenarnya diambil dari nama pewaris resep wingko babat yang kedua. Penamaan itu diambil sebab adanya pesaing bisnis dari produsen lain yang juga mulai menjual wingko babat.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

Jika Loe Lan Ing hanyalah generasi kedua, lantas siapa penggagas sebenarnya? Wingko pertama kali diperkenalkan oleh Wuh Shu Syang warga etnis Tionghoa yang asal Cina yang pindah ke Indonesia, tepatnya di Lamongan pada tahun 1898.

Menurut penuturan Olivia, pewaris gerai Loe Lan Ing generasi kelima, resep turun temurun yang disimpan adalah lebih ditekankan kepada kualitas bahan baku dan cara pengolahan.

"Ya, ada beberapa yang bersifat rahasia. Namun, yang utama ada kualitas bahan baku serta cara dan prosedur pembuatan," ungkapnya kepada jatimnow.com, Minggu (13/3/2022).

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Proses pengemasan wingko babat di gerai Leo Lan Ing Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)Proses pengemasan wingko babat di gerai Leo Lan Ing Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Diungkapkan Olivia, jika mempertahankan cita rasa wingko babat seperti awal pertama kali ditemukan adalah suatu hal yang mudah baginya. Dia hafal di luar kepada bagaimana langkah demi langkah membuat adonan wingko yang maknyus.

"Bisa dipastikan, seluruh proses pembuatan di sini tidak ada teknologi dan modernisasi. Semua dilakukan dengan cara konvensional," sebutnya.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Meski diakuinya banyak teknologi yang memudahkan cara kerja pembuatan, Olivia pun tetap enggan beralih dan memilih menggunakan cara yang diwariskan pendahulunya.

"Contoh sederhana, kita packing bungkus wingko pakai plastik itu masih memanfaatkan lilin, demikian juga penggunaan kayu sebagai bahan bakar pembuatan adonan," terangnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.