Minggu, 21 Jun 2026 04:22 WIB

Di Depan Pak Yes, KH Zawawi Imron Bicara Falsafah Sunan Drajat Bagi Lamongan

KH Zawawi Imron saat mengisi kegiatan Khotmil Qur'an di Pendopo Lokantantra Lamongan. (Foto: Prokopim Lamongan for jatimnow.com)
KH Zawawi Imron saat mengisi kegiatan Khotmil Qur'an di Pendopo Lokantantra Lamongan. (Foto: Prokopim Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - KH Zawawi Imron menilai Lamongan tak pernah bisa lepas dari sosok Sunan Drajat. Penyair tersohor tanah air, berjuluk Celurit Emas itu menyampaikannya dalam acara Khotmil Qur'an memperingati Isra Miraj di Kabupaten Lamongan, Sabtu (12/3/2022) malam.

Zawawi yang duduk di samping Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, bercerita banyak tentang kearifan kultur warga Lamongan hingga watak, tindak dan tanduk para pemimpinnnya.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Di mata Zawawi, falsafah yang dilahirkan Sunan Drajat tetap masyhur dan relevan hingga saat ini.

"Falsafat tersebut berbunyi, dadio siro wong sing iso rumongso, ojo dadi wong seng rumangso iso, yang artinya Jadilan manusia yang bisa, bukan menjadi manusia yang merasa bisa," tutur KH Zawawi saat mengisi acara di Pendopo Lokantantra Lamongan.

Atas terlaksananya Khotmil Qur'an di Lamongan, Zawawi mengaku terharu. Sebab tidak semua daerah menggelar kegiatan serupa secara rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut kini telah menjadi langka.

Zawawi meyakini Lamongan memegang teguh falsafah Sunan Drajat. Terbukti dengan diselenggarakannya kegiatan yang menjunjung tinggi nilai agama.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Lepas Ribuan CJH Menuju Asrama Haji Surabaya

"Itu menandakan bahwa Pak Bupati Lamongan tetap rendah hati dalam mengelola daerahnya," katanya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama KH Zawawi Imron.Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama KH Zawawi Imron.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut, Lamongan mempunyai program seperti Khotmil Qur'an serta kajian Qiraat Sab'ah yang nantinya bisa membentuk budaya masyarakat yang lebih religius.

Baca Juga: Festival Kupatan 2026 di Lamongan, Upaya Pelestarian Tradisi Warga Pantura

Pak Yes, sapaan Yuhronur, juga mengapresiasi Jam'iyah Huffazh Al Quran Wal Qiro'ah (HQQ) Lamongan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"HQQ ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menghafal, untuk terus membaca, sehingga dengan cahaya Quran, kehidupan kita semakin baik, semakin disinari Al Quran," sebut Pak Yes.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.