Kamis, 18 Jun 2026 20:42 WIB

Promosikan Keripik Lewat TikTok, Warga Kota Batu Sukses Tembus Pasar Luar Negeri

Khamim Tohari, pengusaha keripik asal Kota Batu.(Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Khamim Tohari, pengusaha keripik asal Kota Batu.(Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan. Perekonomian juga ikut lesu. Tak sedikit pemilik usaha makanan yang terkena dampak pandemi sejak 2020 lalu. Salah satunya Kendedes Selecta Fruit milik Khamim Tohari, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Khamim sudah merintis usaha sejak 8 tahun silam. Akibat pandemi, usahanya sempat tutup karena minim orderan. Terlebih tempat wisata maupun pusat oleh-oleh banyak yang tutup. Banyak pekerja di sana yang menganggur.

Baca Juga: IdeaFest 2026 Hadir di Surabaya, 200 Pembicara Siap Berbagi

Dari situlah, Khamim akhirnya memutar otak mencari inovasi agar bisa tetap bertahan. Salah satu caranya melalui media sosial TikTok.

"Beberapa waktu lalu saat pandemi, toko oleh-oleh nggak ada pesanan. Wisatawan menurun dan kami kehilangan pendapatan. Sehingga sejak awal Covid-19 2020 sampai Oktober 2021 tutup. Tapi saya beranikan diri memulai usaha kripik pada November 2021. Khamim kemudian mulai menggunakan media sosial TikTok, aplikasi video musik yang bisa dilakukan secara live untuk memasarkan produk," ujarnya, Sabtu (12/3/2022).

Melalui akun @keripikkendedes1, beberapa produknya dipasarkan. Hampir setiap hari produknya dipromosikan lewat TikTok. Biasanya, Khamim lebih intensif melakukannya pada hari libur. Tak disangka, aksinya banyak yang melihat sehingga pesanan pun kembali mengalir.

"Kalau hari kerja, biasanya saya promosi lewat TikTok itu pukul 12.00 WIB sama sore hari. Terus kalau Minggu kadang lebih nggak kenal waktu, karena banyak orang libur jadi momen untuk usaha," katanya.

Saat ini, pemesan keripiknya juga dari luar negeri yang rata-rata merupakan pekerja migran asal Indonesia. Seperti di Hongkong, Thailand, Malaysia dan lainnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Namun, Khamim merasa kemahalan dengan ongkos kirim ke luar negeri. "Biasanya lebih dari 10 bungkus pesennya. Tapi, ongkos kirimnya juga lebih mahal. Seperti ke Malaysia itu Rp95.000 per kilonya, ke Thailand juga Rp110.000, kalau bisa murah," imbuhnya.

Produksi keripik buah yang beragam seperti apel, nangka, pisang, nanas dan salak, juga dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia. Antara lain Malang, Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Dalam sehari, Khamim bersama pekernya bisa memproduksi total 300 kilogram keripik. Setiap kilogram jenis keripik buah dijualnya dengan harga mulai Rp110 ribu hingga Rp140 ribu.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Proses pembuatan keripik buah dilakukan dengan higienis. Mulai dari pengupasan, pemotongan, penggorengan, penyortiran hingga pengemasan. Setiap pegawai selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Total ada sekitar 20 pegawai yang dipekerjakannya. Para pekerja merupakan ibu-ibu di sekitar tempat usahanya.

"Untuk omzet perhari bisa Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Ini kondisi menurun pada Januari sampai Maret. Mudah-mudahan setelahnya permintaan pemesanan bisa naik karena menjelang Ramadan juga," ungkapnya.

Strategi pemasaran yang dilakukannya melalui TikTok justru membuatnya kualahan memenuhi permintaan. Untuk memenuhi kebutuhan, Khamim tidak jarang bekerja sama dengan industri keripik buah lainnya. "Walaupun begitu produksi sekarang kalau dibandingkan sebelum produksi ya lebih sedikit sih. Tapi sudah lumayan, asal jalan. Harapan saya, semoga pandemi lekas berakhir," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.