Jumat, 19 Jun 2026 02:53 WIB

Kepala Kejari Kota Batu Berganti, Dua Kasus Dugaan Korupsi Dipastikan Lanjut

Acara pisah sambut Kepala Kejari Kota Batu. (Foto: Prokopim Pemkot Batu for jatimnow.com)
Acara pisah sambut Kepala Kejari Kota Batu. (Foto: Prokopim Pemkot Batu for jatimnow.com)

Batu - Kepimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu yang dijabat Supriyanto berpindah kepada Agus Rujito yang sebelumnya menjadi Kajari Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Meski begitu Supriyanto memastikan, penggantinya bakal merampungkan 2 kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan setempat.

"Meski saya pindah, dua perkara yang sedang ditangani yaitu mark up lahan SMAN 3 Batu dan penyelewengan pajak daerah di tahun 2020 terus berlanjut," ujarnya usai acara pisah sambut di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis, (10/3/2022).

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Supriyanto yang kini menjabat Asisten Pengawasan Kejati DI Yogyakarta menjabarkan, perkara dugaan mark up lahan SMAN 3 Kota Batu telah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

"Kasus itu menyeret dua terdakwa berinisial ES dan NIS yang dinyatakan bertanggung jawab atas kerugian negara senilai Rp 4,08 miliar. Dalam perkara mark up SMAN 3 Kota Batu ada dua berkas dakwaan. Apakah ada peran pihak lainnya bisa diketahui dari fakta persidangan," tegasnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Kasus lainnya yakni penyelewengan pajak daerah di tahun 2020 yang berkaitan dengan pemungutan perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta pajak bumi dan bangunan (PBB). Kasus itu, saat ini memasuki tahap penyidikan dengan memeriksa 50 saksi.

"Dalam kasus itu Kejari Kota Batu juga menggandeng BPKP Jatim untuk mengetahui nilai kerugian negara pada kasus tersebut yang ditelisik sejak awal tahun 2021," ungkapnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Selama menjabat Kajari Kota Batu, Supriyanto dikenal memiliki terobosan-terobosan luar biasa, antara lain Jaksa Jaga Desa, Jaksa Sahabat Guru, dan Jaksa Sahabat Petani.

"Meski begitu semua tergantung dari kebijakan kajari pengganti saya. Tapi saya yakin dan percaya Kajari yang baru bisa melanjutkan program tersebut menjadi lebih baik," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.