Jumat, 19 Jun 2026 14:27 WIB

Beli Mesin Baru, Penambang Koin ETH di Jombang Rogoh Rp240 Juta

Andik Feris Febrianto, penambang coin ethereum (ETH) asal Jombang saat mengecek mesin mining rig miliknya.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Andik Feris Febrianto, penambang coin ethereum (ETH) asal Jombang saat mengecek mesin mining rig miliknya.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Tren cryptocurrency sedang naik di pasar global. Hal itupun direspons penambang crypto di Tanah Air. Salah satunya Andik Feris Febrianto, penambang coin ethereum (ETH) asal Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Pria 32 tahun tersebut mendatangkan mesin tambang baru.

Feris ingin menambah income pasif setiap bulannya. Sebelumnya, ia bisa mendapatkan cuan sekitar Rp30 juta per bulan. Sekarang ingin mendapat penghasilan sebesar Rp100 juta per bulannya.

Baca Juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot

Ditemui di kantornya, Feris mengaku memiliki target jangka panjang. Hal itu berdasarkan hasil analisanya secara pribadi. “Yang saya tahu dari berita-berita luar, dunia crypto ini kan untuk jangka panjang. Dalam artian, ketika saya menambah alat berarti saya ingin mendapatkan hasil lebih dari situ,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Ke depan, Feris menargetkan bisa menghasilkan 2-3 coin ETH per bulan. Lalu hasilnya digunakan untuk membeli alat baru lagi. “Saya kalau jual itu coin ETH diharga Rp45 juta. Kalau dirupiahkan ya sekitar Rp130 jutaan setiap bulannya. Itu target passive income yang ingin saya dapat. Makanya saya harus menambah alat terus,” paparnya.

Selama menggeluti bisnis, Feris mengaku sering mendapatkan komentar negative. Dia pun menyadari bahwa tidak semua orang bisa memahami dan mengerti dunia cryptocurrency.

“Mungkin dia hanya tau dunia crypto itu sama dengan trading, binomo maupun trading-trading lain. Padahal kalau dunia crypto itu sendiri kan menambang dan menghasilkan coin. Kalau trading itu jual beli. Kalau mining itu menambang coin, dan rewardnya berupa coin,” tegasnya.

Baca Juga: Bus Rombongan Alumni SMEA Negeri Jombang Alami Kecelakaan di Tulungagung

Saat ditanya ada berapa alat mining rig baru yang dibeli? Feris menyatakan baru saja membeli 3 alat mining rig. Ia merogoh kocek sebesar Rp240 juta rupiah.

“Alatnya sekarang total ada 8, kerja semua. Kecepatan menambangnya 2,2 giga. Sedangkan coin yang dihasilkan lebih dari 0,6 atau sekitar 0,8 sampai 0,9. Hampir mendekati 1 coin,” bebernya.

Feris akan terus menambah alat mining rig setiap bulannya. “Karena selain dari sisi, user yang beli titip mining di saya, saya juga menambang sendiri,” ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Pajak Kripto: Pelaku Usaha Siap Adaptasi

Saat ini sudah ada 6 orang yang beli titip mining di tempatnya. “Karena baru 2 bulan ini saya bikin mining farm yang gede. Jadi, ya masih 6 orang. Dari 6 orang ini ada yang titip 1 VGA, ada juga yang 1 rig,” ujar Feris.

Untuk perkembangan dunia mining coin ETH di Jombang, saat ini masih bagus. Di Kota Santri sudah ada komunitas mining coin ETH. Mereka berasal dari berbagai kota. “Saya ada komunitas kecil-kecil di Jombang. Mulai dari Jombang sendiri ada, Krian, Surabaya. Jadi satu komunitas namanya solomonmining, dan tujuannya untuk shearing-shearing,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, komunitas solomonmining akan mengadakan gatering. “Mungkin minggu depan, kami akan adakan gatering acaranya ini gratis. Murni edukasi untuk menjelaskan mining itu apa, biar nggak salah paham di masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.