Sabtu, 20 Jun 2026 11:35 WIB

Baret Rescue NasDem Jatim Makin Percaya Diri Terjun ke Lokasi Bencana

Diklatsar bagi kader Garda NasDem di Laguna Wego, Lamongan. (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Diklatsar bagi kader Garda NasDem di Laguna Wego, Lamongan. (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Lamongan - Sebanyak 161 peserta diklatsar 'Baret Rescue' NasDem Jatim semakin percaya diri diterjunkan ke lokasi tanggap bencana usai beberapa hari mengikuti pelatihan yang digelar mulai 2-11 Maret 2022 di Laguna Wego, Kecamatan Sugio, Lamongan.

"Kami benar-benar dituntut menjadi petugas baret yang siap tegas, siap, dan cepat. Kami juga mendapatkan ilmu yang kita serap, yang Insha Allah bermanfaat untuk kemanusiaan di Indonesia," ujar salah satu peserta Diklatsar asal Jember, Helmy Samrudiansyah, kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga: Hadiri Halalbihalal DPW NasDem Jawa Timur, Surya Paloh Bangga Kinerja Khofifah

Baca juga: Gelar Diklatsar, NasDem Cetak Kader Muda Tanggap Bencana

Pelatihan diklatsar cukup berat baginya dan rekan-rekan. Namun di sisi lain, ia mengakui jika taktik dalam pertolongan rescue sangat dibutuhkan baik untuk kelompok maupun individu.

"Alhamdulillah, tadinya kita pemuda garda Nasdem yang sangat lemah dalam manajemen dan kekompakan. Selama enam hari di sini, telah terbentuk jiwa korsa, jiwa persatuan, dan memiliki wawasan kebangsaan. Sehingga, kami memiliki jiwa kemanusiaan yang siap menolong orang," katanya.

Selain materi penyelamatan, banyak kesan yang didapatkan selama empat hari menjalani diklat tersebut. Mulai dengan penguatan mental, hingga memahami karakter teman.

Hari pertama hingga ketiga ia lalui dengan berat hati. Ia bersama tim juga mengaku seringkali 'dongkol' karena kerap kali diperintah, dihukum, hingga melakukan aktivitas di luar kemampuan yang dibayangkan.

"Awalnya, pada hari kesatu sampai hari ketiga, kami merasa mendongkol karena kami disuruh-suruh dan push up. Semakin lama kami semakin sadar bahwa kemanusiaan itu butuh mental dan sikap yang kuat untuk bisa mengatasi segala apapun medannya," jelasnya.

"Insha Allah tidak ada yang berat jika mau menikmati, mulai high angle rescue technic (belajar ketinggian), water rescue (permainan di air), dan medical first responing, di mana kita bisa menyikapi korban-korban untuk menyelamatkan nyawa mereka," lanjutnya.

Pelatihan penyelamatan di ketinggan, NasDem Jatim.Pelatihan penyelamatan di ketinggan, NasDem Jatim.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Sementara itu, koordinator pelatihan BASARNAS Brian Gautama mengakui dari diklat tersebut banyak peserta yang tumbang, mengingat hampir seluruhnya tak memiliki kecakapan khusus di bidang penyelamatan.

Meski demikian, ia memandang jika hal tersebut sesuatu yang bisa dimaklumi.

"Banyak yang tumbang. (Tapi) dengan adanya pelatihan seperti ini, kami sebagai instansi pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan merasa sangat terbantu sekali dengan adanya relawan-relawan yang sudah terlatih," ujar Brian.

Materi rescue yang diberikan yakni, penyelamatan dari ketinggian, penyelamatan darat, penyelamatan air, hingga penyelamatan di dasar air.

"Kalau di perairan (water rescue), yaitu bagaimana cara menyelamatan orang yang akan tenggelam. Bagaimana cara bertahan hidup ketika posisi emergency terjadi. Bagaimana cara memberikan bantuan hidup dasar ketika orang tenggelam dan diselamatkan di pinggir dengan diberikan pertolongan pertamanya," jelas Brian.

Baca Juga: Gelar Pahlawan Nasional Untuk Syaichona Kholil, NasDem Apresiasi Pemerintah

"Rekan-rekan baret rescue juga diberikan pelatihan terkait dengan pertolongan korban di ketinggian, seperti di gedung dan tebing dengan berbagai kondisi," lanjut Brian.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Panitia Deny Prasetya berharap, Baret Rescue NasDem Jatim bisa menjadi tenaga pembantu utama di bawah komando Tim SAR dan BPBD.

Terlebih juga mampu ditugaskan setiap saat di lokasi-lokasi rawan bencana di Jawa Timur, seperti Pacitan, Lumajang, Trenggalek ataupun Surabaya yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

"Dengan panggilan hati dan kemanusiaan, siap untuk diperbantukan. Meskipun kita bagian dari partai nasdem, tetap kita anggap sebagai relawan dan tetap satu komando kepada BPBD daerah setempat. Kapasitas saat ini, target 38 Kabupaten Kota. Harapannya terpenuhi semua terutama yang berpotensi seperti Lumajang, Jember, Pacitan, dan Surabaya yang sering banjir," kata Deny yang kini menjabat anggota Komisi D di DPRD Jatim.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.