Senin, 22 Jun 2026 03:02 WIB

Pelaku Pembacokan Maut di Kediri Tak Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Nur Kholis, salah satu korban yang selamat dari pembacokan. (Foto: Dedy for jatimnow.com)
Nur Kholis, salah satu korban yang selamat dari pembacokan. (Foto: Dedy for jatimnow.com)

Kediri - Pelaku pembacokan di Dusun Bangun Mulyo, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Riyanto (35), diketahui tidak memiliki riwayat gangguan jiwa. Hal ini diungkap Nur Kholis (55), salah satu korban selamat dari pembacokan tersebut.

Nur Kholis masih ingat betul peristiwa tragis yang terjadi kemarin siang. Dia melihat pelaku seperti orang kesurupan. Pria yang juga menjabat sebagai ketua RT ini melihat pandangan pelaku yang duduk di Poskamling desa itu kosong. Pelaku lalu mendatangi rumahnya sambil membawa sabit dan langsung melakukan aksi brutalnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Beruntung Nur Kholis berhasil menghindari bacokan pelaku. Korban melarikan diri ke rumah mertuanya. Pintu rumah ditutup oleh korban namun pelaku mampu mendobraknya hingga terbuka. Pelaku lalu membacok mertuanya dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Menurut saya kok seperti orang kesurupan, kalau gila bukan," ujarnya, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga: Polisi Periksa Kejiwaan Pria Pembacok 10 Orang di Kediri

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Selama ini, menurut Nur Kholis, pelaku diketahui tidak memiliki riwayat gangguan jiwa. Tidak ada keluarga pelaku yang menderita gangguan jiwa. Pelaku bahkan dikenal rajin beribadah. Meski tertutup, pelaku rajin salat berjamaah dan menjadi muazin di masjid desa.
"Setiap Jumat atau salat wajib, kerjaannya gitu, azan. Khusyuk ibadahnya," tuturnya.

Sebelum peristiwa itu, Riyanto sempat dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Tapi tak lama dia kembali bekerja memasang baterai di perternakan ayam.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Keterangan ini menepis adanya dugaan pelaku depresi karena usai dipecat dari pekerjaannya.

"Sebelumnya saat kuli bangunan itu katanya kerjanya seenaknya, terus dikeluarkan. Setelah itu kerja masang baterai,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.