Kamis, 18 Jun 2026 02:49 WIB

Mediasi Dugaan Malpraktik Gagal, Keluarga Ngotot Lanjutkan Proses Penyelidikan

Kades Semampir Luqman Mualim saat ditemui di kediamannya. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kades Semampir Luqman Mualim saat ditemui di kediamannya. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Mediasi kasus dugaan malpraktik tidak menemukan titik temu. Pihak keluarga korban Lukman Mualim, Kades Semampir, tetap ngotot proses penyelidikan dugaan malpraktik yang dilakukan rumah sakit MH tetap dilanjut.

Lukman Mualim selaku keluarga korban yang melaporkan dugaan malpraktik kepada Polda mengaku, pihaknya telah disambangi pihak rumah sakit MH untuk mengucapkan permohonan maaf pada Minggu (6/3/2022) lalu. Ini sekaligus mengungkapkan belasungkawa atas kematian cucu pertamanya itu.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Lukman juga mengatakan, pada Senin (7/3) kemarin, pihak keluarga diundang ke rumah sakit untuk dilakukan mediasi.

"Senin saya diundang, pengennya kan (mereka pihak RS) secara kekeluargaan. Melalui direktur dan jajarannya. Ya, saya sampaikan kami dari keluarga masih belum bisa. Dari hati kami terdalam masih mengganjal," ujar Lukman saat dihubungi via seluler, Selasa (8/3/2022).

Kepada pihak rumah sakit, Lukman menyatakan bahwa keluarga meminta waktu untuk menenangkan pikiran terlebih dulu. Hal tersebut diungkapkannya lantaran pihak keluarga masih dalam suasana berkabung.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Baca Juga: Dugaan Malpraktik, Kades di Sidoarjo Laporkan Dokter Kandungan ke Polda Jatim

"Kepadanya saya meminta waktu untuk menenangkan pikiran dulu. Biar apa yang di Polda dilalui dan diproses. Kalau memang nanti segera dimediasi, ya pokoknya yang baik. Intinya pihak RS di dalam mediasi mengakui kesalahan, jika nantinya pihak RS mencari pembenaran, maka saya juga tetap tidak mau," tegasnya.

Lebih lanjut, Lukman mengatakan selama ini pihaknya juga telah memenuhi kewajibannya sebagai pasien denhan melunasi seluruh tagihan persalinan tanpa meminta diskon kepada pihak rumah sakit.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

"Wakil Bupati dari Pemkab Sidoarjo tadi ke sini bilang kalau, nanti entah satu atau beberapa hari kedepan akan mengajak ke RS. Mungkin nanti saya akan diundang di mediasi sama Wabup atau gimana, saya belum tau tapi arahnya ke sana," imbuhnya.

Hingga kini pihak keluarga tetap belum bisa menerima jika nantinya proses mediasi dilakukan secara kekeluargaan dan pihak RS tidak mau mengakui kesalahan yang terjadi hingga merenggut cucu pertamanya tersebut.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.