Kamis, 18 Jun 2026 22:35 WIB

Aktivitas Tambang Pasir Malam Hari di Jombang Dikeluhkan Warga, DLH Sebut Ilegal

Truk pengangkut pasir dari lokasi galian di Dusun Bodi, Desa Pulorejo pada malam hari (Foto: Grup WhatsApp)
Truk pengangkut pasir dari lokasi galian di Dusun Bodi, Desa Pulorejo pada malam hari (Foto: Grup WhatsApp)

Jombang - Keberadaan aktivitas galian pasir di Dusun Bodo, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang memicu protes warga. Izin galian itu juga dipertanyakan.

Warga desa setempat, Irfan mengaku belum mengetahui legalitas tambang yang menyedot pasir dari sungai tersebut. Lantaran beraktivitas malam hari, warga menduga jika pengelola belum memiliki izin dari dinas terkait.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Kalau aktivitas biasanya malam-malam," ujar Irfan pada sejumlah wartawan, Minggu (6/3/2022).

Irfan menjelaskan, aktivitas tambang tidak begitu besar. Sekali beraktivitas, terkadang hanya satu sampai dua truk yang antre.

"Tidak banyak aktivitasnya, hanya sedikit dan tidak besar," ungkap dia.

Hanya saja, sambung Irfan, kegiatan tambang itu menyedot pasir di sungai. Sehingg warga khawatirkan apabila pasir terus diambil, maka akan merusak lingkungan.

"Meski tidak banyak tapi hampir setiap hari diambil pasirnya. Lama kelamaan pasti juga bahaya," keluhnya.

Ia juga heran, aktivitas tambang beroperasi dengan terang-terangan pada malam hari. Sehingga dirinya mempertanyakan apakah kegiatan itu sudah ada izin atau belum.

"Kalau belum ada izin kok bisa terang-terangan ambil pasirnya," beber dia.

Jika aktivitas tambang itu belum memiliki izin, Irfan berharap ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan tindakan secepatnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Harusnya segera ada tindakan apabila tidak mempunyai izin," tegasnya.

Sementara Kepala Desa Pulorejo, Mustoko mengaku belum mengetahui adanya aktivitas tambang tersebut.

"Masih belum ada laporan adanya aktivitas tambang," ujar Mustoko.

Mustoko menambahkan, lantaran lokasi tambang berada di perbatasan dengan Desa Banyuarang, dia akan meninjau ke lokasi.

"Itu kan perbatasan. Saya cek dulu takutnya masuk ke Desa Banyuarang," pungkas Mustoko.

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

Terpisah, Kabid Konservasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Amin Kurniawan mengatakan, aktivitas tambang apapun, tidak diperbolehkan apabila tidak mendapat izin.

"Kalau di lokasi itu (Pulorejo) tidak ada izin yang dikeluarkan. Jadi itu dapat dipastikan ilegal," tegas Amin.

Amin menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

"Besok kita akan melakukan pengecekan," pungkas Amin.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.