Rabu, 17 Jun 2026 06:01 WIB

Otodidak, Pemuda Tamatan SMP ini Raup Jutaan Rupiah dari Memahat Kayu

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 30 Jun 2018 12:15 WIB
Hasam menunjukkan kayu ukirannya.
Hasam menunjukkan kayu ukirannya.

jatimnow.com - Adalah Umar Hasam (26) pengukir kayu yang tinggal di RT/RW 03, Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar bisa menghasilkan omset jutaan rupiah dari keterampilannya mengukir Kayu.

Pemuda tamatan SMP ini mampu memahat kayu menjadi sebuah maha karya berkat keuletan dan kegigihannya.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Bila dilihat secara umum mulai detail dan motif ukiran, Hasam, sapaan akrabnya, lihai memukul pahatan sudah sejak lama. Namun ternyata, ia baru menekuni dunia ukir kayu sejak tiga tahun terakhir.

"Sekitar tahun 2015 yang lalu. Itu pertama kali saya belajar ngukir kayu," kata Hasam, Sabtu (30/06/2018).

Waktu itu, Hasam mulai mengerjakan ukiran pintu jendela rumahnya. Motif yang pertama kali ia pahat ialah kepala suku India dengan peralatan seadanya.

Ini bukan tanpa halangan. Hasam mengaku orangtuanya sempat khawatir dengan apa yang dikerjakan olehnya. Mereka takut hanya akan menghamburkan uang saja, karena Hasam memahat kayu dengan modal otodidak tanpa ada kursus atau bimbingan.

Seakan tak menyerah, Hasam bersikeras untuk terus berusaha mengukir. Hingga kemudian muncul tawaran dari tetangga dan kerabatnya yang kepincut dengan hasil karyanya. Itulah yang kemudian membawa menjadi pemahat kayu profesional.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Saya nggak pernah belajar dan ternyata bisa. Mungkin bakat alam, jadi ketika saya mahat, hasilnya lumayan. Orang tua sempat melarang karena nggak pernah nyoba jadi wajar. Terus kemudian tetangga, terus pak lek, pak puh minta dibikinkan. Dulu yang sering itu wayang," terang Hasam.

Ia menjelaskan, untuk menghasilkan sebuah maha karya seni ukir yang baik, dibutuhkan ketelatenan, keuletan dan konsentrasi tinggi serta imajinasi yang kuat. Detail kayu sangat penting, sehingga konsentrasi tak boleh terlewatkan.

Bila dalam sekali pahat terjadi kesalahan ukir dan tak bisa diperbaiki, praktis harus ganti kayu. Menurutnya sebelum kayu diukir, ia mengawalinya dengan membuat sketsa diatasnya, lalu kemudian memahatnya. Ini agar kesan 3D bisa muncul sehingga ukiran bisa seperti hidup.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Dalam sekali memahat, dibutuhkan waktu setidaknya dua minggu hingga tiga bulan. Harga yang dipatok pun bervariasi. Paling mahal 500 juta rupiah pernah ia buat. Tergantung dari tingkat ketelitiannya.

"Lekukannya, kedalamannya, semua harus jelas. Harganya memang disesuaikan dengan motifnya" pungkasnya pemuda yang sering menggarap kayu jati dan akasia tersebut.

Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.