Selasa, 23 Jun 2026 14:33 WIB

Kemenag Jatim Akui Keluarkan Imbauan Agar ASN Tak Ikut Menggoreng Isu Soal Toa

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram dalam sebuah acara di Surabaya (Foto: Dok. Niam Kurniawan/jatimnow.com)
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram dalam sebuah acara di Surabaya (Foto: Dok. Niam Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jatim Husnul Maram mengakui imbauannya kepada ASN dan honorer agar tidak ikut menggoreng isu soal aturan penggunaan pengeras suara (toa) masjid dan musala.

Husnul menjelaskan bahwa imbauan itu ditujukan untuk internal pegawai di Kanwil Kemenag Jatim. Katanya, tujuan dari imbauan itu adalah sebagai upaya wanti-wanti atau penyelamatan bagi ASN dan honorer di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

"Artinya gini, sebenarnya kita ingin menyelamatkan keluarga besar kita. Kalau ada pemerintah mengeluarkan produk hukum, itu harus didukung," ujar Husnul kepada jatimnow.com di Surabaya pada Senin (28/2/2022) lalu.

Baca juga:  Beredar Imbauan Agar ASN di Kemenag Jatim Tak Ikut Menggoreng Isu Penggunaan Toa

Menurut Husnul, sudah selayaknya pejabat hingga pegawai tidak ikut serta menggoreng isu-isu terkait Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang diterbitkan Kemenag RI.

"Sebagai ASN baik pegawai negeri maupun PNS itu harus didukung, apapun produk hukum dari pemerintah itu harus didukung oleh ASN," jelas dia.

Husnul menambahkan, hierarki di tubuh Kemenag Jatim saat ini seringkali memunculkan keputusan-keputusan ekstrem. Dirinya mengaku seringkali menerima Surat Keputusan (SK) tentang penurunan jabatan hingga pemecatan secara tidak hormat.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

"Kami itu kan tiap bulan menerima SK, ada yang hukumannya itu berat, pemberhentian dengan tidak terhormat, tidak atas permohonan dirinya sendiri, ada yang penurunan pangkat. Supaya itu tidak terjadi, kita woro-woro (umumkan) dulu, supaya tidak ikutan menyebarkan. Apapun kebijakan, tidak hanya Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 saja, tapi produk hukum apapun itu harus didukung," papar dia.

Saat ditanya apakah ada ASN di lingkungan Kemenag Jatim yang terlibat penggorengan isu toa tersebut, Husnul menyebut jika dirinya telah mengantongi data-datanya.

"Ya ada lah, yang tidak tahu-menahu langsung ikut-ikutan," ungkap dia.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Setelah imbauan itu dilakukan, pihaknya tidak akan memberi toleransi bagi ASN yang bandel dan tetap ikut serta menggoreng isu terkait aturan tersebut.

"Kita akan tegas siapapun orangnya kalau ada pelanggaran hukum, pelanggaran terkait aturan pemerintah kita tegas. Tapi jangan sampai ketegasan kita itu mengorbankan sesuatu yang sebenarnya," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.