Kamis, 18 Jun 2026 13:28 WIB

Politisi Gerindra Desak Kepolisian Usut Isu Radikalisme di Sidoarjo

Bambang Haryo Soekartono. (Foto: Facebook Bambang Haryo)
Bambang Haryo Soekartono. (Foto: Facebook Bambang Haryo)

Sidoarjo - Menanggapi maraknya isu radikalisme yang santer beredar di Sidoarjo, politisi Partai Gerinda, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak agar pihak kepolisian turun tangan tuntaskan permasalahan tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian mempunyai peran yang sangat penting dan vital dalam upaya meredam isu adanya bibit-bibit radikalisme yang ada di Sidoarjo.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Kuncinya ada di Kapolda. Begitu beliau menyampaikan statemen terkait hal ini, maka masyarakat khususnya warga dan juga kalangan usahawan di Sidoarjo akan kembali tenang," ujar Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur itu, Rabu (2/3/2022).

Tanggapan ini disampaikan langsung oleh BHS setelah adanya pernyataan Bupati Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) beberapa waktu lalu yang menyebut ada paham dan bibit radikalisme di 15 kecamatan yang ada di Sidoarjo.

Tidak hanya itu, beredarnya informasi terkait adanya bunker senjata di bawah masjid yang ada di Kecamatan Sedati juga menjadi sorotan utamanya.

Baca Juga: Bicara Bunker Senjata dalam Masjid, Bupati Sidoarjo Muhdlor Dilaporkan ke Polisi

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ia menyebutkan isu radikalisme ini sangat rentan sekali dipolitisir oleh kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab.

"Kan sayang sekali kalau sampai seperti itu. Padahal saat ini banyak orang menilai Sidoarjo adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Orang Surabaya saja banyak yang kemudian pindah ke Sidoarjo," tegasnya.

Ia juga menambahkan jika isu itu tidak segera diakhiri, maka akan mengimbas pada sektor perekonomian yang bermuara pada tingkat kesejahteraan warga Sidoarjo.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Dengan adanya polemik yang telah tersebar di masyarakat, BHS ingin kepolisian sesegera mungkin mengambil tindakan serta sikap yang cepat guna mengatasi isu ini.

"Sekarang kendalinya ada di Kapolda Jatim atau bisa juga didelegasikan ke Kapolresta Sidoarjo. Tolong segera memberikan penjelasan pada publik dan masalah ini selesai sampai disini saja sehingga kehidupan masyarakat kembali tenang, aman dan nyaman seperti sediakala,” pungkas BHS.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.