Jumat, 19 Jun 2026 01:19 WIB

Jelang Satu Tahun Eri Cahyadi-Armuji, Sukses jadi Motor Penggerak Ekonomi

Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akan genap satu tahun pada 26 Februari 2022. (Foto: Dok. Humas Pemkot Surabaya)
Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akan genap satu tahun pada 26 Februari 2022. (Foto: Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akan genap satu tahun pada 26 Februari 2022. Selama setahun ini, sudah banyak berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan. Salah satunya dalam rangka membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. Bahkan, pasangan yang mengusung tagline 'Meneruskan Kebaikan' ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Pahlawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota (Bappeko) Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan berbagai program di tahun pertama Wali Kota Eri dan Wawali Armuji memimpin Surabaya yang paling signifikan adalah terciptanya aplikasi e-Peken yang merupakan e-commerce pemerintahan pertama dan mungkin satu-satunya di Indonesia.

"Ini e-commerce ala Pemkot yang menggandeng toko kelontong. Para toko kelontong ini dilatih dari awal hingga saat ini sudah banyak yang bergabung. Bahkan, capaian transaksi belanja online via e-Peken Surabaya mulai Januari hingga pertengahan Februari 2022, sudah tembus Rp3,34 miliar,” kata Febri Jumat (25/2/2022).

Menurutnya, transaksi itu sebagian besar dari para ASN Pemkot Surabaya yang diwajibkan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangganya di aplikasi e-peken itu. Melalui cara ini, penghasilan para ASN yang berasal dari pajak warga, akhirnya kembali lagi kepada warga.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Itulah yang digerakkan oleh Pak Wali dan terus disempurnakan hingga saat ini," tegasnya.

Selain itu, para ASN juga diwajibkan untuk memakai produk-produk UMKM ketika bekerja, mulai dari batiknya, sepatu hingga pakaian lainnya. Bahkan, saat ini snack ketika rapat-rapat, harus membeli produk UMKM, sehingga APBD yang digunakan oleh Pemkot Surabaya benar-benar kembali lagi ke warga.

"Jadi, snack rapat itu kan pasti ada anggarannya di setiap dinas, dan itu harus ambil dari UMKM. Bahkan, pembelian itu juga tercatat dalam sistem kami, sehingga diketahui mana saja dinas-dinas yang tidak membeli produk UMKM dan mana dinas yang aktif ambil dari UMKM, sehingga uangnya ini berputar," katanya.

Selain itu, di tangan Eri, Pemkot juga memberdayakan UMKM dalam program pemberian seragam sekolah gratis bagi anak yang keluarganya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Para pelaku UMKM ini diminta untuk membuat seragam sekolah, tas dan sepatu. Bahkan, mereka juga dilatih dan diminta untuk membuat sabun dan sandal hotel untuk memenuhi kebutuhan perhotelan di Surabaya.

"Pemkot juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan ekonomi ini, termasuk dunia perhotelan. Kami juga menggandeng Grab, Gojek, Tokopedia dan dunia kampus untuk mengambangkan UMKM dan pemulihan ekonomi ini," ujarnya.

Febri menambahkan, yang tak kalah pentingnya adalah Pemkot mengoptimalkan aset BTKD untuk dikelola oleh Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka dibantu bibit dan didampingi untuk mengelola pertanian, kemudian hasilnya diambil oleh mereka.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Bahkan, beberapa lahan pertanian yang dikelola oleh BTKD sudah panen dan dihadiri oleh Pak Wali juga," katanya.

Melalui berbagai program ini, dampaknya perekonomian Kota Surabaya mulai bangkit. Berdasarkan data yang dimililiki oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya, perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit. Pada tahun 2020, perekonomian Surabaya jatuh di angka minus 4,85, lalu di akhir tahun 2021, sudah menyentuh angka plus 4,29.

"Jadi, kita naik 8 poin, itu artinya perekonomian Surabaya sudah mulai bangkit dan Pak Wali sukses menjadi motor penggerak ekonomi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.