Senin, 15 Jun 2026 10:30 WIB

Alhamdulillah, Insentif Kader Kesehatan dan Modin Dibayar Akhir Februari

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i (Foto: Dok. jatimnow.com)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Komisi A DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, pada Selasa (22/2/2022).

Salah satu agenda penting dalam rapat dengar pendapat tersebut, yaitu persoalan kader kesehatan dan modin, yang sudah 2 bulan belum menerima insentif. Persoalan tersebut ditanyakan anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i.

Baca Juga: Bangunan Sakti Itu Bernama Balai Pemuda Surabaya

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan, Arief Boediarto, mengakui adanya persoalan tersebut. Menurutnya ada sejumlah persoalan, yang membuat modin dan kader kesehatan belum menerima insentif.

"Modin kan ada penyesuaian insentif dari Rp400 ribu menjadi Rp800 ribu, sejak Januari 2022, berdasarkan APBD 2022. Ternyata di anggaran masih tertera Rp400 ribu. Kalau dibayarkan sebesar Rp800 ribu akan ada pelanggaran," katanya.

Sedangkan soal insentif kader kesehatan juga dilakukan penyesuaian. "Karena sejak Januari 2022 dilakukan penggabungan dari bumantik, kader posyandu dan lain-lain digabung menjadi kader kesehatan. Jadi saat ini sedang dilakukan verifikasi data terhadap para kader tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Camat Diduga Terlibat Penipuan Loker, DPRD: Citra Surabaya Tercoreng

Arief berjanji insentif modin dan kader kesehatan yang tertunggak akan diselesaikan pada akhir bulan ini.

Sementara itu anggota Komisi A Imam Syafi'i menyayangkan kondisi tersebut. "Saya prihatin, karena kondisi ini sudah berjalan 2 bulan. Padahal anggaran itu kita gedok pada 10 November seharusnya sudah disiapkan kan waktunya panjang," tegasnya.

Imam menyoroti lambannya aparatur pemkot Surabaya. "Bayangkan ketika Pak Wali memberikan beban pekerjaan tambahan kepada mereka, namun insentif mereka tidak turun. Ini bisa jadi preseden buruk bagi wali kota, didepan para kader kesehatan dan modin," ungkapnya.

Baca Juga: Kader Kesehatan Sidoarjo Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Politisi Partai Nasdem ini berharap Pemkot Surabaya menepatinya janjinya untuk menyelesaikan persoalan ini sampai akhir bulan Februari. "Kalau tidak (cair), saya punya cara sendiri untuk menyelesaikan," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.