Jumat, 19 Jun 2026 08:27 WIB

Tak Tega Lihat Rumah Warganya, Mas Dhito Beri Bantuan Bedah Rumah

Mas Dhito saat melihat kondisi rumah warga. (Foto: dok Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat melihat kondisi rumah warga. (Foto: dok Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Kebahagiaan tengah dirasakan dua keluarga kurang mampu asal Dusun Manyaran, RT 002/002, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Rumah mereka yang nyaris roboh, Jumat 18 Februari 2022 siang didatangi Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan dijanjikan akan diberikan bedah rumah.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu, pertama kali mendatangi rumah Zaenal yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak. Setelah melihat-lihat kondisi rumah dan menyampaikan keinginannya, Mas Dhito selanjutnya mendatangi rumah Ansori yang tak jauh dari rumah Zaenal.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Setelah melihat kondisi kedua rumah warganya itu, Mas Dhito menyampaikan pihaknya akan memperbaiki kedua rumah itu supaya lebih layak untuk dihuni. Untuk keluarga Zaenal, pihaknya juga akan membangunkan sarana mandi cuci kakus (MCK).

"Yang paling penting, bagaimana keluarga ini nanti melanjutkan hidupnya, maka untuk (keluarga) pak Zaenal saya minta untuk diberikan pelatihan kepada ibunya (istri zaenal) juga kita berikan motor untuk pak Zaenal," kata Mas Dhito.

Sebagai penarik becak, penghasilan Zaenal tak menentu. Bahkan, dalam satu minggu pernah sampai tidak mendapatkan penghasilan. Atas kondisi yang dialami, bupati pun menjanjikan bantuan sepeda motor supaya bisa dimanfaatkan Zaenal untuk bekerja. Sedang, istrinya akan diberikan bantuan gerobak untuk berdagang.

Keluarga Zaenal memang masih jauh dari kata mapan. Rumah Zaenal sangat kecil, berukuran 3x6 meter. Dinding rumahnya meski sudah tembok, karena banyak retakan terpaksa dicongkok menggunakan bambu dari luar supaya tidak roboh.

Meski berbahaya, kondisi perekenomian memaksa Zaenal dan keluarganya tetap bertahan. Tak hanya bangunan rumah yang memprihatinkan, keluarga Zaenal pun tak memiliki kamar mandi dan WC. Selama ini keluarga Zaenal menumpang di mushola yang berlokasi tak jauh dari rumah mereka.

Di rumahnya itu Zaenal tinggal bersama istri, Siti Fatimah dan empat orang anaknya. Dua anaknya yang sudah besar bekerja di warung makan untuk membantu perekenonian keluarga. Anak nomor tiga masih duduk di bangku kelas 6 madrasah dan si bungsu masih berusia 4 tahun.

Mereka tak mengira, siang itu rumahnya bakal didatangi orang nomor satu di Kabupaten Kediri. Bahkan, kedatangan Mas Dhito itu seakan memberi jawaban atas doa-doa mereka yang sudah lama berkeinginan dapat memperbaiki rumahnya.

"Saya tidak punya apa-apa, dikasih banyak begitu sama Mas Dhito saya sangat berterima kasih. Rumah mau dibangun ditambah toilet dan sumur terus dikasih pelatihan usaha sak rombonge, terus sepeda motor," ucap Zaenal.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito saat mengunjungi dan melihat kondisi rumah warganya.Mas Dhito saat mengunjungi dan melihat kondisi rumah warganya.

Tak hanya bantuan itu, dalam kedatangannya, Mas Dhito juga membawakan peralatan sekolah dan mainan untuk anak Zaenal. Begitu juga ketika datang ke rumah Ansori. Hanya saja saat didatangi rumahnya, Ansori saat itu tidak ada di rumah karena tengah merumput.

Di rumahnya, Mas Dhito hanya bertemu Siti Wasiah yang tak lain istri Ansori. Mas Dhito pun meminta izin untuk melihat ke dalam rumah yang berdinding anyaman bambu itu. Bangunan rumah itu pun terlihat sudah doyong dan terancam roboh.

Kemudian setelah mengecek ke dalam, Mas Dhito keluar melihat-lihat kandang kambing di samping rumah. Dari penuturan Siti Wasiah, kambing-kambing itu milik orang, suaminya hanya memelihara dan mendapat bagi hasil dari keuntungan.

"Ibu Siti Wasiah sama suaminya itu hanya ngopeni punya orang, Insyaalloh kita beri satu pasang kambing nanti, tidak hanya bedah rumah supaya dapat meningkatkan taraf hidup keluarga," tutur Mas Dhito.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Mendengar bantuan yang akan diterima, Siti Wasiah tak henti mengucapkan terima kasih. Dia pun seketika menangis, karena tak menyangka akan mendapatkan hadiah bedah rumah, dan bantuan kambing. Tak hanya itu, Siti Wasiah juga akan diberikan pelatihan menjahit.

Tetangga yang melihat pun banyak yang terharu, mendatangi Siti Wasiah dan menguatkan ibu dua orang anak itu. Mereka ikut merasa senang, keluarga Siti Wasiah dan suaminya Zaenal mendapatkan bantuan dari Mas Dhito.

"Wes rejekimu mbak, disyukuri," ucap seorang ibu sambil memeluk Siti Wasiah yang saat itu masih menangis bahagia.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.