Rabu, 17 Jun 2026 19:28 WIB

Diduga Jual Pupuk Subsidi Keluar Daerah, Warga Banyuwangi Dibekuk Polisi

Dua tersangka saat di Mapolres Banyuwangi.
Dua tersangka saat di Mapolres Banyuwangi.

Banyuwangi - Polresta Banyuwangi membongkar praktik penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Keduanya adalah warga Banyuwangi berinisial MT (35) dan ZA (64). Saat dibekuk, mereka tengah mengangkut pupuk bersubsidi yang diduga akan dijual keluar daerah.

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Nasrun Pasaribu mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat, kita sudah melakukan upaya paksa, ada dua TKP yang sudah kita lakukan untuk pengungkapan kasus tersebut," jelas Nasrun, Kamis (17/2/2022).

Dari hasil pengungkapan kasus ini, selain telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, polisi juga menyita barang bukti.

"Tersangkanya lebih dari satu. Sementara barang buktinya pupuk sekitar 2 ton, dan dua mobil pikap yang digunakan pelaku untuk mengangkut pupuk. Barang bukti itu kita amankan di Mapolresta Banyuwangi," jelasnya.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

Modus yang digunakan pelaku, kata Nasrun, pupuk bersubsidi ini dibuat seolah-olah digunakan untuk wilayah Banyuwangi. Faktanya di lapangan, pupuk malah di bawa keluar daerah.

"Inilah yang menyalahi daripada aturan pelaksanaan pupuk subsidi. Pengakuan tersangka, baru kali ini melakukan," bebernya.

"Sekarang sedang proses penyelidikan terhadap kasus pupuk yang didistribusikan ke luar daerah," katanya.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Bagi Pembudidaya Ikan di Gresik Tersedia Lagi Tahun Ini

Selain itu, Polresta Banyuwangi juga sudah berkoordinasi dengan kejaksaan negeri setempat untuk melihat potensi dugaan korupsi dalam kasus ini.

"Kita sudah koordinasi dengan kejaksaan, untuk melihat potensi dugaan korupsi dalam kasus ini. Potensi ini bisa dilihat dari hasil dari penyelidikan lagi nanti," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.