Selasa, 16 Jun 2026 09:42 WIB

Marak Perobohan Rumah karena Selingkuh di Ponorogo adalah Dampak Medsos

Dosen Tetap Program Pascasarjana INSURI Ponorogo, Wakil Rektor, Dr. Murdianto  (Foto: dokumen pribadi)
Dosen Tetap Program Pascasarjana INSURI Ponorogo, Wakil Rektor, Dr. Murdianto (Foto: dokumen pribadi)

Ponorogo - Pasangan berselingkuh berujung pembongkaran rumah marak terjadi di Ponorogo. Tercatat sudah ada 5 kali kasus bongkar rumah di Bumi Reog.

Pertama pada tanggal 8 Maret 2020 rumah di Desa Pengkol, Kecamatan Kauman. Lalu yang terakhir pada 17 Februari 2022. Kelima rumah yang dirobohkan berlatar belakang orang ketiga.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Lantas, bagaimana pemerhati sosial melihat fenomena seperti ini?

"Kasus awal 2020 lalu kan langsung viral. Hal itu dianggap cara keren, hebat. Yang kemudian jadi rujukan netizen," ujar dosen Tetap Program Pascasarjana INSURI Ponorogo, Wakil Rektor, Dr. Murdianto, Kamis (17/2/2022).

Menurutnya, saat ini masyarakat merujuk pada media sosial (Medsos). Terlebih mereka yang aktif berselancar di dunia maya.

"Hingga pengambilan keputusan akibat perselingkuhan, penyelesaiannya dengan pembongkaran, " kata Murdianto.

Baca Juga: Istri Bongkar Rumah di Ponorogo karena Cemburu, 5 Kali Gagal Mediasi

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Dia menjelaskan, dalam kaidah medsos, modeling viral jadi acuan. Tata kelola literasi digital maupun media dalam memberi kontrol perlu dicerahkan.

"Takutnya jika kemudian dibiarkan, viral terus ditiru perlu diulang dan ditunggu netizen akhirnya dirobohkan saja," papar Murdianto.

Dia mengaku, sebenarnya bisa sebelum pembongkaran sebaiknya ketahanan keluarga dijaga. Terutama soal keterbukaan dan komunikasi. Sekaligus keterlibatan tokoh agama yang dipercaya kedua belah pihak untuk memediasi.

"Tidak dipungkiri ketika tuntunan ekonomi, salah satu keluar never. Komunikasi terbatas lewat alat saja," urainya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Diakui atau tidak, lanjutnya, bahwa jika salah satu pihak bekerja di luar negeri, pasangan ini sudah berpisah secara fisik. Saat timbul masalah penyelesaian pun hanya melalui alat komunikasi.

"Seharusnya penyelesaian dilakukan dengan cara bertemu kedua belah pihak bersama mediator," tambahnya.

Dia membeberkan bahwa sengketa fenomen perobohan rumah memerlukan orang yang bisa menengahi. "Kiai yang dipercaya kedua belah pihak sebagai mediator dan konselor," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.