Kamis, 18 Jun 2026 08:14 WIB

Penjual Gorengan Berkostum Unik di Madiun, Raup Omzet Rp500 Ribu Per Hari

Giati saat berjualan dengan kostum jaranan (Foto: Mita Kusuma/Jatimnow.com)
Giati saat berjualan dengan kostum jaranan (Foto: Mita Kusuma/Jatimnow.com)

Madiun - Ada saja ide kreativitas penjual agar dagangannya laku. Seperti yang dilakukan Giati, penjual gorengan keliling di Kabupaten Madiun.

Giati menjual gorengan dengan memakai kostum bak artis Bollywood. Tak jarang juga menggunakan jaranan hingga kostum mirip Nyi Blorong.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera

Dengam cara itu, banyak warga merasa terhibur. Uang pun mengalir ke kantong ibu dua orang anak ini.

Saat ditemui, Giati sedang menggunakan kostum jaranan. Giati tak cangggung bernyanyi dan menari di hadapan para pembeli.

Namun, rupanya bukan tanpa alasan Giati memilih berjualan dengan kostum unik. Wanita berusia 38 tahun ini pernah merasakan pahitnya menjadi pengamen jalanan.

"Saya sempat dipandang sebelah mata. Karena mengamen di jalan. Juga dianggap hina karena mengamen," ujar Giati saat berjualan di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Senin (14/2/2022).

Juga, kata dia, penghasilan pengamen tidak menentu. Padahal dua anaknya masih memerlukan biaya pendidikan dan jangka panjang.

Dia pun banting setir, dengan memutuskan berjualan gorengan keliling kampung. Dengan menggunakan sepeda angin yang dia miliki. Giati juga membawa pengeras suara.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Dulu kan ngamen juga menggunakan pengeras suara. Ya ini Saya gunakan lagi. Untuk berjualan gorengan," tambahnya.

Ditambahkan, dia juga menyiapkan kostum unik. Kostum itu disiapkan Giati sendiri, dia juga menjahit sendiri. Dan digunakan bergantian agar pembeli tidak bosan.

Langkahnya rupanya tepat, karena mengamen dengan kostum nyeleneh mendatangkan rasa penasaran dan pembeli. Warga juga terhibur dan dagangannya laris manis.

Sejak viral di media sosial, kata dia, dagangannya laku hingga 500 biji. Satu gorengan dihargai Rp500 perak hingga Rp1000.

Dia mengaku, mulai berkeliling dari jam 07.00 WIB pagi. Gorengan ludes pada pukul 10.00 WIB. "Tinggal kalikan saja. Sehari dapat Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Tergantung juga sih, gorengannya yang mana yang laku, " ucap dia.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Selain murni karena jualan gorengan, rezekinya juga datang saat dia menyanyi. Karena beberapa warga ada yang menyawer dirinya.

Salah satu pembeli, Sri Wahyuni mengaku bahwa cukup terhibur dengan Giati. Dia jadi semangat untuk membeli.

"Ya kan terhibur. Biasanya Saya beli 10 gitu. Terus Saya tambahi buat Giati," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.