Sabtu, 13 Jun 2026 02:34 WIB

Opini

Hindarkan Anak-anak dari Aktivitas Mengancam Jiwa

  • Penulis :
  • | Rabu, 16 Feb 2022 13:15 WIB
Jasra Putra, Kadivwasmonev KPAI.
Jasra Putra, Kadivwasmonev KPAI.

jatimnow.com - Sebuah ajaran moral yang berdimensi agama akan sangat dipatuhi pemeluknya. Karena membawa kekuatan kepada keyakinan. Namun apa jadinya bila keyakinan, semisal tolak bala membahayakan anak.

Itulah yang terjadi dari ritual tolak Pantai Payangan Jember hingga memakan korban 11 orang meninggal. Ritual yang bernama tolak bala Tunggal Jati Nusantara telah memakan jiwa anak umur 13 tahun. Karena anak-anak belum matang memahami sebab akibat, masih mengikuti keinginan orang dewasa.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

KPAI menghaturkan bela sungkawa, dan menyesali ritual tolak bala yang diikuti anak-anak dengan mengancam jiwa 3 anak. Tidak seharusnya anak berada di bawah bahaya. Apalagi hanya alasan sebuah ritual dengan masuk ke pantai yang memiliki ombak, yang sewaktu-waktu dapat menggulung anak. Seperti korban meninggal P ,13 tahun. Begitupun 2 korban anak yang selamat D 17 tahun dan N 2 tahun. Bagaimanapun anak-anak tidak sekuat orang dewasa.

Pemerintahan setempat diharapkan ikut mengawasi, ritual-ritual yang melibatkan anak-anak. Apalagi ritual ini dikabarkan sudah lama. Artinya ada kemungkinan ritual ini telah dilaksanakan berulang. Artinya yang mereka lakukan bisa terancam pidana jika mengancam keselamatan, apalagi jiwa anak.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Hal ini juga sering KPAI ingatkan, di berbagai ajang yang melibatkan anak-anak. Seperti ketika anak-anak berada dalam lautan massa, aksi demontrasi, lingkungan kawasan limbah industri, wilayah pertambangan dan sekarang ritual tolak bala.

Saya juga mengimbau, di tahun politik ini, bisa menahan diri untuk tidak melibatkan anak-anak, belajar dari pelibatan anak anak di masa lalu, karena bisa menjadi peristiwa trauma dan sangat kelam untuk anak-anak, karena kondisi sewaktu waktu yang tidak bisa di kontrol. Apalagi sampai meninggal, seperti ritual ini. Tentu sesuatu yang sangat disayangkan, karena sangat bisa di cegah kita semua.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Penulis: Jasra Putra, Kadivwasmonev KPAI

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.