Senin, 08 Jun 2026 00:39 WIB

Cegah Penularan Demam Berdarah, Lapas Tulungagung Difogging

Petugas melakukan fogging di lingkungan Lapas Tulungagung. (Foto: Dok Lapas Klas II B Tulungagung)
Petugas melakukan fogging di lingkungan Lapas Tulungagung. (Foto: Dok Lapas Klas II B Tulungagung)

Tulungagung - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan Lapas Klas II B Tulungagung Kanwil Kemenkumham Jatim.

Fogging ini dilakukan menyusul adanya temuan pasien demam berdarah (DB) berasal dari Lapas tersebut. Pasien ini diketahui merupakan narapidana kasus peredaran minuman keras, yang menghuni blok B. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun kondisinya sudah berangsur membaik dan akan segera dijemput pihak Lapas.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Kasi Binadik Giatja Lapas Tulungagung, Imam Fahmi menerangkan aktivitas fogging ini dilakukan sebagai tindak lanjut adanya temuan kasus DB. Mereka lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pelaksanaan fogging ini.

Lapas merupakan area yang rawan menjadi tempat penyebaran demam berdarah karena banyaknya penghuni yang berada dalam satu ruangan.

Baca Juga: Lapas Tulungagung Gelar Razia dan Tes Urine Untuk Warga Binaan dan Petugas

Sebelum dilaksanakan penyemprotan terlebih dahulu dilakukan pemberitahuan kepada para warga binaan supaya menutup makanan dan minuman agar terhindar dari asap fogging. "Kita sudah lakukan sosialisasi ke warga binaan terkait aktivitas fogging ini," ujarnya, Selasa (15/2/2022)

Pengasapan ini dilakukan di seluruh ruang Lapas mulai dari blok warga binaan, ruang kerja warga binaan hingga bagian belakang. Pihak Lapas juga mengintruksikan kepada seluruh warga binaan, untuk menjaga kebersihan kamar sel mereka. Setiap hari terdapat warga binaan yang bergantian melaksanakan piket kebersihan. Bak mandi yang ada di dalam blok juga dibersihkan setiap hari.
"Langkah pencegahan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran DB di dalam Lapas," tuturnya.

Baca Juga: Lapas Tulungagung Raih Juara 1 Kategori Lapas Terbaik se Indonesia

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka Sunarya menerangkan angka kasus DB terus bertambah setiap hari. Dalam bulan Februari ini mereka mencatat terdapat 38 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia. Penambahan kasus ini diprediksi masih akan terjadi hingga bulan Maret mendatang.

"Kasus DB biasanya tinggi di 3 bulan pertama, setelah itu cenderung melandai, semoga angka kasus tidak bertambah secara signifikan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.