Senin, 22 Jun 2026 01:42 WIB

Banjir di Ponorogo Mulai Surut, Warga Kembali ke Rumah Walau Masih Resah

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 15 Feb 2022 12:00 WIB
Warga mulai bersih-bersih rumah yang sebelumnya tergenang air (Foto: Mita Kusuma/Jatimnow.com)
Warga mulai bersih-bersih rumah yang sebelumnya tergenang air (Foto: Mita Kusuma/Jatimnow.com)

Ponorogo - Kondisi banjir di Dusun Mantub, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo sudah mulai surut. Puluhan warga yang sebelumnya dievakuasi sudah dapat kembali ke rumah masing-masing.

Pantauan di lokasi, beberapa warga mulai membersihkan rumah masing-masing. Mereka melakukan aktivitas walaupun masih ada lumpur yang bercampur air di dalam rumah.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Seperti rumah milik Mulyono. Air bercampur lumpur masih memenuhi di dalam rumahnya. Sejumlah perabotan rumah tangga tampak berserakan. "Alhamduliah sudah surut. Di rumah hanya ada lumpur bercampur," ujar Mulyono, Selasa (25/2/2022).

Dia menjelaskan air mulai surut tadi malam. Karena kondisi air sungai setempat sudah mulai menurun.

"Tapi ya tetap resah. Tanggul sungai jebol belum diperbaiki. Ini balik ke rumah. Enak tidur di rumah sendiri," beber pria berusia 60 tahun ini.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Sebelumnya, tidak hanya meliburkan sekolah dan menyebabkan kendaraan bermotor macet, banjir Ponorogo juga membuat warga terisolir, Senin (14/2/2022).

Sedikitnya 150 warga Dukuh Mantup, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo terisolir akibat banjir. Bahkan hingga saat ini warga masih membutuhkan bantuan logistik.

Hingga saat ini sudah ada 12 titik tanggul jebol. Sehingga menyebabkan 19 titik bencana banjir dan longsor di wilayah Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Daerah yang banjir di antaranya, Kauman, Blembem, Sumoroto, Kepekan, Nambakan, Kali Pelem, Kali Selo Payung, Kali Keyang, Nambak, Grogol, Kali Sono, Kali Sobo.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.