Kamis, 18 Jun 2026 07:54 WIB

Dugaan Bansos di Ponorogo Tak Disalurkan, BumDes Tumpakpelem Beri Jawaban

Warga saat menggelar pertemuan dengan BumDes Tumpakpelem. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga saat menggelar pertemuan dengan BumDes Tumpakpelem. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumpakpelem, Sawoo, Kabupaten Ponorogo memberi penjelasan tentang dugaan bantuan sosial (Bansos) berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak cair.

 

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"KKS itu kan bentuknya ATM. Kalau lewat EDC (Electronic Data Capture) tidak ada sinyal di Desa Tumpakpelem," ujar Bendahara BumDes Tumpak Pelem, Agus Rianto, Senin (14/2/2022).

Dia mengklaim bahwa masyarakat sepakat kartu dikumpulkan dahulu untuk digesek bersama. Kemudian pengambilan pun diinformasikan lewat grup.

Bisa jadi, kata dia, ada warga yang punya handphone tetapi ada yang tidak. Sehingga ketua menyampaikan tidak sampai ke ranah bawah.

Baca Juga: KKS Dipegang BUMDes, Bansos Warga Kecamatan Sawoo Ponorogo Raib

"Ada juga yang bilang tidak dapat kabar, padahal biasanya sudah disampaikan di grup Tumpak Pelem," tandas Agus.

Dia mengklaim telah mengadakan pertemuan dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hasilnya ada beberapa pengambilan yang tidak diambil. Penyebabnya, karena tidak ada keluarga yang mengambilkan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurutnya, jika bantuan sudah ditransfer dari pusat, langsung digesek untuk pengambilan. "Jadi tidak ada yang tidak diberikan itu tidak ada sama sekali. Miskomunikasi dengan ketua (kelompok)," paparnya.

Agus mengaku penerima BPNT di Tumpak Pelem, ada 360 orang. Biasanya per paket berisi beras, sayur, daging, telur, kacang (tergantung musim).

"Saya sering melihat dan mengabsen. Mama. saja yang sudah mengambil dan belum, " uraiya.

Sementara, pendamping PKH Tumpak Pelem, Sutrisno menambahkan permasalahan ini karena proses pencairan yang dirubah. Dia mengaku secara geografis Tumpakpelem daerah yang sulit sinyal.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

"Juga tidak ada ATM. Jadi pernah KKS dibawa ke ATM di Pasar Sawoo. Namun tak jarang ATM tersebut kehabisan uang. Akhirnya ke ATM di Tamansari," terangnya.

Karena itu, banyak yang titip. Seperti para lansia. Sutrisno selaku cuma mendampingi peserta yang mewakili mengambil di ATM tersebut. Yang menyairkan adalah BumDes.

Untuk mempermudah penyaluran, kartu dikumpulkan sesuai kesepakatan KPM kemudian digesek mencari tempat yang ada sinyal dengan EDC. Selama ini sudah berjalan dan tidak ada masalah.

"Tidak ada masalah. Sudah berjalan lama ini, akhirnya tahun 2022 ini ada antena untuk memperkuat sinyal. Nanti KKS dipegang sendiri," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.