Rabu, 22 Jul 2026 23:02 WIB

Pelajar di Tulungagung Kembali Belajar Secara Online

Aktivitas di SMAN 1 Boyolangu terpantau sepi pasca-kebijakan penghentian PTM di Tulungagung. (Foto: Putra Pamungkas/jatimnow.com)
Aktivitas di SMAN 1 Boyolangu terpantau sepi pasca-kebijakan penghentian PTM di Tulungagung. (Foto: Putra Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi Covid-19, membuat Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil sejumlah kebijakan baru. Mereka secara resmi menghentikan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah mulai hari ini.

Sebelumnya penghentian PTM ini hanya dilakukan di tingkat SMA/SMK sederajat. Namun kali ini semua jenjang mulai dari PAUD hingga SMP juga dihentikan. Para siswa kembali akan mengikuti pembelajaran secara online atau daring.

Baca Juga: 3 Koper Diamankan KPK Dari Penggeledahan Kantor Pemkab Tulungagung

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menerangkan, penghentian aktivitas PTM dimulai hari ini hingga tanggal 19 Februari mendatang. Peningkatan angka kasus COVID-19 yang terjadi setiap hari menjadi alasannya. Beberapa siswa telah dinyatakan positif COVID-19 sehigga langkah penghentian PTM ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebarannya.

"Selama sepekan kita hentikan dulu PTM ini, siswa kembali belajar secara online atau daring," ujarnya, Sabtu (12/02/2022).

Baca Juga: KPK Panggil Kepala OPD Saat Geledah Pemkab Tulungagung

Saat ini terdapat 62 kasus aktif Covid-19. Dari jumlah tersebut sebanyak 29 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Sedangkan 33 lainnya dikarantina di lokasi isoter yang ada di setiap kecamatan. Pemkab sendiri memprediksi puncak COVID-19 ini akan terjadi pada awal bulan Maret mendatang.

"Dalam beberapa hari terkahir ini memang terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan meskipun angka kesembuhan juga ikut naik," tuturnya.

Baca Juga: Peran Vital Ajudan dalam Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung Gatut Sunu

Selain menghentikan aktivitas PTM, penerapan Work From Home (WFH) juga akan diberlakukan kembali. Aktvitas perkantoran diminta mulai menerapkan WFH sejak Senin depan. Maksimal jumlah karyawan yang diperbolehkan masuk hanya 50 persen dari total keseluruhan.

"Kami juga meminta masyarakat tidak perlu panik dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, ini adalah kuncinya," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.