Senin, 15 Jun 2026 07:51 WIB

Setahun Ambrol, Siswa di Ponorogo Pergi Sekolah Lewati Jembatan Bambu

Siswa di Pohaman melintasi jembatan besek bambu yang rawan ambrol. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Siswa di Pohaman melintasi jembatan besek bambu yang rawan ambrol. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sudah setahun sejak ambrol pada Februari 2021, jembatan penghubung di Dusun Gisen dengan Dusun Krajan, Desa Pohaman, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, tak kunjung mengalami perbaikan. Warga secara swadaya pun membangun jembatan berbahan anyaman bambu.

Jembatan ala kadarnya itu, untuk membantu aktivitas warga, seperti anak-anak berangkat ke sekolah, atau warga lain yang hendak ke dusun tetangga.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Dibongkar Total, Ini Alasannya

Pantauan jatimnow.com di lokasi, beberapa siswa SDN 1 Pohaman tampak melintas dengan hati-hati. Sebab sisi kanan dan kiri jembatan hanya dilengkapi pengaman dan penyangga yang juga dari bambu.

Jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas warga sekitar. Namun karena jembatan besek tak mampu dilintasi kendaraan, mereka yang ingin ke pasar atau menuju lokasi lain, harus memutar sejauh 3 kilometer.

"Saya takut kalau sewaktu-waktu ambrol," ujar Budianto, salah seorang warga.

Baca Juga: Mundur 2 Kali, Pembangunan Jembatan Gondang 1 di Tulungagung Akhirnya Dimulai

Budianto pun terpaksa mencari jalan lain jika ingin ke Pasar Sugihan atau ke dusun sebelah, termasuk memilih memutar sejauh 3 kilometer.

"Ya kalau apa-apa, ya sulit," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Pamujianto, menyebut, warga sudah dua kali memperbaiki jembatan besek bambu itu sembari menunggu respon pemerintah setempat agar jembatan segera diperbaiki.

Baca Juga: Pemkab Jember Mulai Petakan Kerusakan Infrastruktur Karena Banjir Bandang

"Sejak Februari 2021 ambrolnya. Ya pemandangan seperti ini setiap hari. Siswa SDN 1 Pahoman melintasinya," ujar Pamujianto, Jumat (11/2/2022).

"Sudah ada pengajuan perbaikan tapi belum ada respon. Ya kami seadanya aja membangun ini," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.