Rabu, 17 Jun 2026 20:26 WIB

Karyawan RSUD dr Mohammad Saleh Diputus Kontrak, Ini Rekom DPRD Kota Probolinggo

Puluhan Karyawan RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo yang diputus kontrak mendatangi Kantor DPRD Kota setempat. (Foto: Machfud Hidayatulla/jatimnow.com)
Puluhan Karyawan RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo yang diputus kontrak mendatangi Kantor DPRD Kota setempat. (Foto: Machfud Hidayatulla/jatimnow.com)

Probolinggo - Konflik pemutusan kontrak kerja puluhan karyawan dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo terus berlanjut. Pada Senin (7/2/2022) sekitar pukul 9.30 WIB mereka mendatangi Kantor DPRD Kota Probolinggo menuntut keadilan.

"Kami datang kesini demi mencari keadilan karena kami diputus kontrak tanpa ada pesangon," kata Sugihartono, salah satu karyawan RSUD dr Mohammad Saleh yang diputus kontraknya.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Menanggapi hal itu, Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo dr. Abrar HS Kuddah dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi III mengatakan, upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam upaya efiseinsi karyawan di rumah sakit tersebut.

"Karena rumah sakit RSUD dr Mohammad Saleh mengalami overload pegawai," jelasnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Probolinggo Minta Proyek Swalayan Jalan Cokro Distop

Dalam pemberhetian kepada 128 karyawan tersebut, Abrar menegaskan sudah melalui proses seleksi ujian bagi karyawan yang bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi Ubaya dan Unesa Surabaya.

"Jadi kami tidak asal-asalan dalam proses pemberhetian itu. Kami sudah lakukan sesuai aturan yang ada dan sudah disetujui dewan pengawas, SPI dan wali kota," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Dilantik, Hakim Ad Hoc PHI Diminta “Mengadili Diri Sendiri”

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto menjelasakan berkaitan permasalahan ini pihaknya merekomendasi beberap hal. Diantaranya pihak RSUD dr Mohammad Saleh untuk tidak melakukan pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) baru di luar karyawan yang diberhentikan.

"Mengenai nasib 128 karyawan diharapkan bisa bekerja lagi di intansi lain Pemerintah Kota Probolinggo, terkait hal itu kami tunggu 3X24 jam. Kalau tidak ada keputusan kami serahkan kepada rakyat lagi. Karena sebagai wadah aspirasi bagi mereka," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.