Senin, 15 Jun 2026 07:37 WIB

Insiden Surat Suara di TPS 11 Blitar, Panwas: Petugas Tak Profesional

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 27 Jun 2018 22:49 WIB
Salah satu TPS di Blitar.
Salah satu TPS di Blitar.

jatimnow.com - Setelah dilakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga dan saksi serta para petugas KPPS, insiden jumlah surat suara sah lebih banyak dari total daftar hadir menemui titik terang.

Hasilnya diketahui, insiden surat suara yang lebih banyak ketimbang daftar hadir diakibatkan, karena ada dua warga yang mencoblos dua surat suara. Selain itu ada dua warga lagi yang mencoblos tanpa mengisi daftar hadir.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Awalnya kan surat suara 508, sedangkan daftar hadir 504. Setelah kita telusuri ternyata ada dua warga yang mencoblos dua lembar surat suara. Dua orang ini mencoblos empat surat suara. Lalu ada dua warga yang membawa C6 atau kertas undangan tidak mengisi form C7 atau daftar hadir," kata Komisioner Panwaslu Kabupaten Blitar Bidang Hukum dan Pelanggaran, Abdul Hakam Solahudin, Rabu (27/06/2018).

Lanjut Hakam, dua dari empat surat suara yang dicoblos warga masuk dalam surat suara tidak sah. Ini karena tidak dibubuhi tanda tangan ketua KPPS. Sedangkan dua warga yang tidak menandatangani daftar hadir kemudian tetap dimasukkan kedalam form C7.

Dengan demikian, jumlah surat suara dan daftar hadir di TPS 11 Pojok, Kecamatan Garum masing-masing berjumlah 506. Ia menyebut, petugas KPPS tidak profesional.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Panwas melihat karena ini kecerobohan atau kurang profesional dari petugas KPPS. Tadi setelah dicek dengan orangnya dan diakui juga oleh para saksi, selisih suara sudah ketemu," pungkas Hakam.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah mengakui insiden ini akibat ketidaktelitian dan kurangnya profesionalisme petugas KPPS. Saat ini logistik pemilu di TPS 11 Pojok sudah dibawa ke PPS.

"Jadi memang benar. Kami bersama Panwaslu sudah meminta petugas KPPS untuk kembali mengecek dan memeriksa seluruh peralatan yang ada terkait form C7 dan form C6. Dan tadi sudah ketemu apa yang jadi sumber masalah," tukas Imron.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Reporter: CF Glorian

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.