Kamis, 18 Jun 2026 20:08 WIB

Peningkatan Kasus Pencabulan Anak hingga KDRT di Sidoarjo Disorot Mensos

Mensos Tri Rismaharini bersama Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali (Foto: Rudi for jatimnow.com)
Mensos Tri Rismaharini bersama Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali (Foto: Rudi for jatimnow.com)

Sidoarjo - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyoroti tentang peningkatan kasus pencabulan, kekerasan fisik pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kasus terakhir di Sidoarjo adalah remaja 11 tahun yang mengalami kekerasan fisik dan persetubuhan oleh bapak tirinya sebanyak 24 kali hingga hamil.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kediri Latih 120 Kader Pendamping Keluarga

Mensos Risma mendatangi Polresta Sidoarjo dan bertemu dengan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Dia meminta agar kasus pencabulan atau persetubuhan dan juga kekerasan fisik pada anak, maupun KDRT jangan terulang lagi.

"Kami di Kementerian Sosial melakukan monitoring adanya kasus-kasus cabul, kekerasan fisik pada anak dan KDRT. Terakhir kemarin di Sidoarjo ada bapak tiri yang melakukan kekerasan fisik dan rudapaksa pada anak tirinya. Kami sungguh prihatin atas kejadian tersebut," terang Risma, Sabtu (5/2/2022).

Menurut Risma, Kementerian Sosial bersama dinas terkait juga turun langsung untuk berikan perlindungan dan pemulihan psikologis korban maupun ibu kandungnya. Dan dia minta agar aparat penegak hukum melakukan tindakan preventif dan tegas memberikan hukuman berat kepada tersangka.

Baca Juga: Terdakwa Anak dalam Kasus Tewasnya Balita di Kediri Divonis 4 Tahun, Ibu Menangis

Dari data kepolisian, kasus persetubuhan atau perbuatan cabul dan kekerasan fisik pada anak serta KDRT di Sidoarjo pada 2020 dan 2021 mengalami peningkatan.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana menyampaikan, untuk persetubuhan atau perbuatan cabul dan kekerasan fisik pada anak Tahun 2020 terjadi 38 kasus. Sedangkan Tahun 2021 mengalami peningkatan, menjadi 45 kasus.

Sementara untuk pencabulan dan kekerasan fisik, yaitu anak sebagai korban yang terjadi 2020 sebanyak 44 kasus dan 2021 ada 83 kasus. Serta untuk anak sebagai pelaku, di 2020 ada 22 kasus dan 2021 turun menjadi 13 kasus.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyebut, sebagai langkah preventif agar kejadian cabul, kekerasan pada anak dan KDRT tidak terulang, pihaknya bersama para stakeholder terkait akan membentuk satgas yang akan turun ke wilayah-wilayah, termasuk ke sekolah-sekolah dan para orangtua.

"Agar saling mengawasi pengaruh lingkungan sekitar, harmonisasi keluarga, lebih memperhatikan perkembangan buah hatinya dan edukasi bahaya pornografi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.