Kamis, 11 Jun 2026 00:24 WIB

DPRD Dorong Sekolah di Surabaya Terapkan Kurikulum Prototipe

PTM di Surabaya. (Foto: dok jatimnow.com)
PTM di Surabaya. (Foto: dok jatimnow.com)

Surabaya - DPRD Surabaya mendorong sekolah-sekolah di Surabaya menerapkan sistem kurikulum prototipe dalam pelaksanaan PTM di 2022. Opsi itu sebelumnya dicanangkan satuan pendidikan nasional.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono mendorong agar Pemkot mau menerapkan kurikulum tersebut di sekolah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menurutnya, pada kurikulum prototipe, pembelajaran dengan berbasis proyek sebagai pengembangan soft skills dan karakter, persentasenya lebih besar dibanding kurikulum 2013.

"Saya mendorong agar sekolah-sekolah di Surabaya dapat segera menerapkan kurikulum prototipe ini, sebab kurikulum ini sudah melalui uji coba. Untuk sekolah yang ingin mengadopsi kurikulum ini, tidak ada seleksinya. Proses yang dijalani hanyalah pendaftaran dan pendataan, kemudian sekolah akan mempelajari terkait penerapan kurikulum ini," ujar Tjutjuk, Jumat (4/2/2022).

Selain itu, materi esensial lebih difokuskan sehingga akan ada waktu lebih untuk pendalaman kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi yang saat ini sudah cukup tertinggal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain itu, bagi tenaga pendidik, pembelajaran juga akan lebih fleksibel dengan penyesuaian pada kemampuan murid serta muatan lokalnya.

"Selama masa pandemi ini, riset juga menunjukkan bahwa pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss) literasi dan numerasi yang signifikan. Untuk literasi sendiri, learning loss setara dengan enam bulan belajar. Sementara untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan lima bulan belajar. Maka dari itu, kurikulum prototipe ini dirancang untuk melanjutkan arah pengembangan dari kurikulum sebelumnya," jelas Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya itu.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Selain itu, kurikulum prototipe juga dinilainya selaras dengan revisi SNP (Standar Nasional Pendidikan) yang dicanangkan dalam Peraturan pemerintah Nomor 4 tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, di dalamnya mewajibkan mata pelajaran Pancasila untuk tingkat pendidikan SD sampai perguruan tinggi.

"Materinya pun juga akan disederhanakan jumlah volumenya, sehingga anak-anak kita bisa lebih mendalami pelajaran, dan diberi ruang yang lebih fleksibel. Tujuannya adalah agar siswa dapat berfokus pada apa yang diminati," imbuhnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.