Minggu, 21 Jun 2026 13:44 WIB

Jangan Timbun Minyak Goreng Bila Tak Mau Ditindak Satgas Pangan Polda Jatim!

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 03 Feb 2022 17:40 WIB
Ilustrasi minyak goreng (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi minyak goreng (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Tim Satgas Pangan Polda Jatim akan menindak tegas oknum yang kadapatan melakukan penimbunan minyak goreng, menyusul penurunan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Ketua Satgas Pangan Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengatakan, langkah itu diambil berdasarkan ketetapan Menteri Perdagangan (Mendag) yang membuat ketentuan baru harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng yaitu Rp 11.500/liter untuk kemasan curah, Rp 13.500/liter untuk kemasan sederhana, dan Rp 14.000/liter untuk kemasan premium.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Satgas pangan juga sudah melakukan pengecekan dan peninjauan ke beberapa gudang untuk mengecek apakah ada penimbunan. Namun hingga saat ini belum didapat adanya penimbunan minyak goreng. Jika ada yang melakukan penimbunan, maka akan dilakukan penegakan hukum," tegas Farman, Kamis (3/2/2022).

Farman yang juga menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Jatim ini menambahkan, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya melalui rapat koordinasi dengan dinas terkait.

"Upaya yang sudah dilakukan Satgas Pangan Polda Jatim dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng yakni melakukan rapat koordinasi dengan dinas, instansi dan stakeholder terkait untuk mengetahui akar permasalahan minyak goreng di lapangan," jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Melalui rapat koordinasi tersebut, lanjut Farman, membuahkan hasil kegiatan pengecekan stok, distribusi dan harga minyak goreng. Mulai dari tingkat produsen, distributor dan pengecer baik di ritel modern maupun di pasar tradisional.

"Kami juga mendorong produsen dan distributor minyak goreng untuk melakukan operasi pasar di area pemukiman atau perumahan bekerja sama dengan perangkat desa atau kelurahan, RW dan RT," papar dia.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat adanya minyak goreng dengan harga yang terjangkau, bukan berarti masyarakat dapat memborong seluruh stok yang ada atau panic buying.

"Imbauan kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan aksi borong dan berbelanja seperlunya saja," pungkas Farman.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.