Rabu, 17 Jun 2026 06:28 WIB

Jalan Kampung di Kota Probolinggo Ditutup Gegara Status WA, Ini Hasil Mediasinya

Tembok yang dibangun Sundriyati, warga Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Tembok yang dibangun Sundriyati, warga Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Gara-gara sering menjadi bahan gunjingan tetangga melalui media sosial, warga Kota Probolinggo nekat melakukan aksi penutupan jalan dengan membangun tembok.

Sundriyati (47) warga RT 3 RW 1 Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, itu mengaku mengetahui dirinya menjadi bahan gunjingan dari tetangga lain.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

"Saya tahunya dari tetangga lain kalau sering dijadikan bahan status WA atas kegiatan sosial di rumah saya," katanya, Rabu (2/2/2022).

"Masak anak-anak kecil sampai tahu. Kalau saya enggak tahu, karena saya dan suami tidak punya HP android. Karena menyakitkan, ya saya tutup jalan ini," ungkapnya.

Sebelum membangun tembok, lanjut Sundriyati, dirinya menutup akses jalan di depan rumahnya dengan besek bambu. Tujuannya untuk menunggu itikad baik dari tetangganya. Sayangnya, pihak yang dimaksud justru kembali membuat status di media sosial.

“Kami tidak pernah bertengkar. Tapi kami tidak nyaman dengan status di HP dia. Ya, akhirnya kami tutup, biar aman. Biarlah saya yang mengalah," jelasnya.

Baca Juga: Mundur 2 Kali, Pembangunan Jembatan Gondang 1 di Tulungagung Akhirnya Dimulai

Sementara itu, Camat Wonoasih, Kota Probolinggo Deus Nawandi mengatakan, persoalan kedua belah pihak yang berkonflik sudah selesai. Keduanya dimediasi di kantor kecamatan setempat.

Menurut Deus, keluarga Iwan Yudi mempermasalahkan soal keramaian dan merasa tengganggu lantaran salah satu anggota keluarganya sedang sakit. Sementara rumah milik Sundriyati digunakan sebagai tempat pendistribusian bantuan dan vaksinasi.

Sebagai solusi, lanjut Deus, pendistribusian bantuan sosial dan vaksinasi akan dijadwal ulang agar tidak mengganggu warga sekitar. Pun distribusi bantuan akan dipindah ke rumah Ketua RW 3.

Baca Juga: Jembatan Kaliombo I Ditutup Total Selama 7 Bulan, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Meski demikian, Deus menyebut pembangunan tembok bukan fokus utama dalam mediasi. Pun tembok yang dibangun Sundriyati tidak akan dibongkar.

“Pasalnya tembok itu (berada) di lahan Sundriyati. Kecuali, tembok adalah fasilitas umum, kita akan konsen,” tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.