Rabu, 17 Jun 2026 10:42 WIB

Ketua Gerindra Jatim: Multikulturalisme Telah Menggantikan Politik Identitas

Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad. (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Keluarga besar Partai Gerindra Jawa Timur mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2573 kepada warga Jatim yang merayakan.

Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad mengatakan, Imlek di tahun 2022 adalah momentum untuk memperkuat multikulturalisme antar-ras, agama, dan golongan untuk saling menghargai setiap ideologi.

Baca Juga: Pastikan Perayaan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Klenteng Kim Hin Kiong

"Di era kini tema multikulturalisme menjadi tema penting setelah berakhirnya era politik identitas atau perang ideologi," ujar Sadad sapaan akrabnya, Rabu (2/2/2022).

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim itu menyebut, Jawa Timur merupakan daerah dengan toleransi keberagaman yang kuat.

Ekspresi kebudayaan yang ditunjukkan dalam setiap perayaan hari besar semakin membentuk keberagaman budaya yang tinggi di Jawa Timur.

Ia mengaku, keluarga Partai Gerindra juga turut menyambut gembira di tahun baru Imlek ini. Beberapa kader juga melakukan silaturahim dengan warga Tionghoa.

Menurutnya, kekuatan multikulturalisme di Indonesia tak akan terlepas dari sosok Abdurrahman Wahid atau akrab disapa dengan Gus Dur.

Baca Juga: Semarak Imlek 2026 di Stasiun Surabaya, Ada Barongsai dan Jeruk Gratis

"Gus Dur yang mengajarkan penghormatan pada multikulturalisme dengan menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur hingga sekarang," imbuh putra pengasuh Pesantren Sidogiri itu.

Ya, pada 17 Januari 2000 lalu, Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China. Sehingga masyarakat Tionghoa kembali bisa merayakan Imlek secara bebas.

Sadad menambahkan, saat ini agenda besar dunia seperti SDGs juga mengambil isu 'living in a multicultural society' sebagai agenda utama.

Baca Juga: Meriahkan Imlek, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Undang Barongsai

"Maka anak-anak muda sekarang, terutama dari kalangan mahasiswa, harus menjadi pioneer," ucapnya.

Ia berharap, di Tahun Macan Air ini penghormatan dan sikap toleransi dapat terus terjaga di Jawa Timur.

"Gong xi fat cai, selamat merayakan tahun baru imlek, semoga kesehatan, dan kemakmuran selalu menyertai warga Jawa Timur dan seluruh warga Tionghoa yang ada di Jawa Timur," harapnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.