Rabu, 17 Jun 2026 10:23 WIB

Ikut Kakek Bekerja, Bocah SD Ditemukan Meninggal di Bendungan Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 30 Jan 2022 11:15 WIB
Bocah asal Ponorogo ditemukan meninggal di Bendungan Apak-apak. (foto: Polsek Badegan/jatimnow.com)
Bocah asal Ponorogo ditemukan meninggal di Bendungan Apak-apak. (foto: Polsek Badegan/jatimnow.com)

Ponorogo - Seorang bocah SD berusia 11 tahun di temukan meninggal di dasar bendungan, Sabtu (29/1/2022) malam. Sebelum ditemukan tewas, bocah berinisal R itu ikut sang kakek bekerja di lokasi kejadian.

Kapolsek Badegan Iptu Agus Wibowo menerangkan, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu sore, namun pihak kepolisian baru mendapatkan laporan pada malam hari.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Selesai evakuasinya malam. Karena di lokasi memang gelap," ujar Agus, Minggu (30/1/2022).

Korban diduga terpeleset saat bermain di Bendungan Apak-apak, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Saat itu R ikut kakeknya, Setu.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Setu tidak melihat korban. Ia bersama rekan kerjanya berusaha mencari sang cucu tapi tidak diketemukan.

Ia pun meminta tolong warga untuk ikut mencari. Sampai pada pukul 19.00 WIB, R ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar Bendungan Apak-apak.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Dari situ baru mereka laporan ke perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Badegan," tegasnya.

Mantan Kasie Propam Polres Ponorogo ini menjelaskan, pihaknya langsung ke lokasi bersama SPKT Polres Ponorogo dan lanjut ke Puskemas Badegan.

"Kami melakukan olah TKP di lokasi. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan kekerasan pada diri korban," tambahnua.

Baca Juga: Jasad Korban KM Dharma Ferry VII Ditemukan di Perairan Gresik pada Pencarian Hari Ketiga

"Bisa jadi terpeleset. Tapi masih dalam pendalaman," jelasnya.

Saat ini, korban sudah diserahkan kepada keluarga.

"Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban sudah menerima dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.