Senin, 15 Jun 2026 08:49 WIB

Bus Hantam Motor di Probolinggo, DPRD Minta Nasib Keluarga Korban Diperhatikan

Hearing Komisi II DPRD Kota Probolinggo membicarakan masalah kecelakaan bus karyawan. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Hearing Komisi II DPRD Kota Probolinggo membicarakan masalah kecelakaan bus karyawan. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Kecelakaan bus karyawan PT KTI yang melibatkan seorang pemotor menjadi korban mengalami patah kaki kanannya dan harus diamputasi, berbuntut panjang. DPRD Kota Probolinggo mendesak agar nasib keluarga korban juga diperhatikan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi mengatakan atas kejadian ini pihak PT KTI dan Vendor harus betanggung jawab untuk memikirkan nasih keluarga korban.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

"Sebab korban mengalami patah kaki kananya dan diamputasi. Ini perlu menjadi perhatian pihak perusahaan PT KTI dan vendor," kata Sibro, Jumat (27/1/2022).

Sibro menyebut, pihaknya juga memanggil pihak PT KTI, vendor, Dishub dan pihak Satlantas Kota Probolinggo.

Baca Juga:

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Probolinggo Minta Proyek Swalayan Jalan Cokro Distop

"Kemarin sudah kita gelar RDP membicarakan permasalahan itu.Bahkan kami juga meminta kepada pihak vendor untuk menyelesaikan izin soal bus karyawan yang dipakai PT KTI," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga korban Siti Arifah meminta kepada pihak vendor dan PT KTI, untuk bisa memikirkan nasib keluarga korban. Sebab saat ini korban sudah kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan bus karyawan.

"Korban memiliki stri dan anak anaknya. Mereka tidak lagi bisa bekerja. Saya berharap pihak perusahan KTI dan vendor SHC bisa mempertimbangkan nasibnya," jelasnya.

Baca Juga: DPRD dan GP Ansor Kota Probolinggo Perjuangkan Insentif Guru Ngaji dan Bosda

Sedangkan perwakilan pihak Vendor SHC Citra menyampaikan, pihaknya akan memikirkan nasib masa depan korban.

"Persoalan itu nanti kita bicarakan lebih lanjut mengenai apa yang diinginkan keluarga korban," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.