Jumat, 12 Jun 2026 13:36 WIB

Pasien DBD di Jatim Didominasi Anak-anak hingga Remaja

Ilustrasi
Ilustrasi

Surabaya - Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) di Jawa Timur mulai merangkak naik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat rentang usia pasien DBD rata-rata didominasi oleh anak-anak hingga remaja, usia lima hingga empat belas tahun.

"Rentang usia dominan 5 sampai 14 tahun. Kurang lebih sekitar 17 pasien," ujar Kepala Dinkes Jatim Dr Erwin Ashta Triyono, dalam keterangan resmi yang diterima jatimnow.com, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Ia menyebut, anak-anak lebih memiliki rentan terinveksi DBD dengan gejala demam, risikonya berada di tiga hari fase pertama.

"Ketika itu terjadi, kita akan terlambat sampai ke rumah sakit. Sehingga begitu ada potensi demam, lebih baik sekarang kita mulai curiga, kemungkinan Covid-19 bisa, kemungkinan demam berdarah juga bisa," katanya.

"Ini hanya asumsi yang mungkin hanya bisa dipakai untuk kehati-hatian kita," imbuhnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Ia menyebut, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk berjenis Aedes Aegepty ini tak melulu berada pada lingkungan yang kotor. Melainkan mereka lebih sering berada pada lingkungan yang bersih.

"Dia tidak ada di tempat-tempat jorok. Di got atau tempat-tempat berbau tanah. Dia maunya di tempat-tempat yang jernih. Makanya kami dorong masyarakat bersama-sama menyelesaikan ini dengan level hulu. Jadi cegah jangan sampai ada nyamuk yang berkembang biak di sana," jelasnya.

Erwin menjelaskan, jumlah penderita DBD pada Januari 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun 2021 lalu. Yakni 668 kasus.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Pada prinsipnya nomor satu jangan dilupakan (DBD), karena sekarang ini kita fokus pada Omicron atau Covid-19, tapi ternyata DBD juga perlu mendapatkan perhatian," katanya.

Hingga saat ini, Dinkes mencatat kasus terbanyak pasien DBD berada di Kabupaten Bojonegoro, diikuti kabupaten Nganjuk, dan Malang di posisi ketiga, sedangkan risiko kematian tertinggi berada di Pamekasan Madura, disusul Bojonegoro, dan Nganjuk.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.