Sabtu, 20 Jun 2026 23:41 WIB

Waspada! 17 Warga Jatim Meninggal karena Demam Berdarah di Awal Tahun 2022

Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dangue (DBD) di awal tahun 2022.

Berdasar data dari Dinkes Jatim menunjukkan, sejak tanggal 1 hingga 24 Januari 2022 terdapat 977 orang mengalami DBD.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Tertinggi pasien berasal dari Bojonegoro, Nganjuk dan Malang. Kemudian tiga terendah ada di Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuran.

Dari 977 orang tersebut, sebanyak 17 pasien meninggal dunia. Yakni berasal dari Pamekasan 3 pasien, Bojonegoro dan Nganjuk 2 pasien. Lalu masing-masing, 1 pasien berasal dari Bangkalan, Kediri, Madiun, Malang, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo dan Tulungagung.

Sedangkan tahun 2021 lalu, pasien DBD berjumlah 6.300 orang dengan angka kematian 70 orang, terbanyak berasal dari Nganjuk.

Atas peristiwa itu Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebaran wabah DBD.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Kami mengajak masyarakat agar senantiasa melakukan pencegahan terhadap penyebaran wabah demam berdarah dengan 3M. Yakni, menguras, membersihkan dan menutup tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk," Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono, Rabu (26/1/2022).

"3M ini kunci untuk mencegah jangan sampai kasusnya membludak atau meningkat," imbuhnya

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan akan memasifkan sosialisasi upaya preventif dan promotif kepada masyarakat. Kemudian menggalakkan penggunaan fogging maupun abate terutama bagi wilayah yang ditemukan kasus pasien DBD.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Karena bagaimanapun demam berdarah tidak lepas dari faktor utamanya nyamuk. Sehingga ke depan, edukasi ke masyarakat terkait 3M menjadi kunci terbaik," tandasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.