Senin, 22 Jun 2026 07:44 WIB

BPBD Jombang Baru Kantongi Anggaran Rp 2,9 Juta Untuk Tangani Bencana di 2022

Kantor BPBD Kabupaten Jombang. (Foto: Elok for jatimnow.com)
Kantor BPBD Kabupaten Jombang. (Foto: Elok for jatimnow.com)

Jombang - Anggaran penanggulangan bencana di Kabupaten Jombang hanya Rp 2,9 juta untuk satu tahun ke depan.

Kepala BPBD Jombang, Abdul Wahab mengatakan, anggaran penanggulangan bencana tahun ini kurang dari 1 persen dari total anggaran yang diterima melalui APBD Jombang TA 2022 senilai Rp 3,6 miliar.

Baca Juga: Tekan Pengeluaran Gaji, Pemkab Tulungagung Batasi Pengangkatan ASN

"Selama perubahan atas APBD belum disahkan, maka asumsinya anggaran penanggulangan bencana selama satu tahun 2022 ada di angka 2.990.000," kata Wahab, Selasa (18/1/2022).

Nilai itu untuk memenuhi tiga pos penanggulangan bencana yakni bantuan stimulan pemukiman terdampak bencana dan kebakaran, belanja bahan material penanganan banjir dan tanah longsor senilai Rp 1 juta serta pemenuhan kebutuhan dapur umum.

Baca Juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot

Ia menambahkan, anggaran tahun ini jauh lebih sedikit dari pada anggaran tahun anggaran 2021 lalu senilai Rp 500 juta. Akibat minimnya anggaran itu, menghambat proses kegiatan penanganan bencana di Kecamatan Plandaan dan Megaluh.

"Tidak ada, kami tidak bisa merealisasikan. Dari 56 rumah kebutuhan anggarannya di atas Rp 1 juta. Seandainya kita belanjakan Rp 1 juta hanya untuk beberapa rumah, tidak akan selaras dengan kebutuhan yang lain," terangnya.

Baca Juga: Ketidakadilan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo

Menurutnya, pihaknya bisa memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Namun, anggaran itu bisa digunakan jika ada bencana yang besar.

"Anggaran tersebut bisa diakses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang bilamana terjadi bencana besar. Masalahnya kalau bencananya tidak besar, maka itu yang akan menjadikan kami BPBD cukup kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.