Kamis, 18 Jun 2026 04:09 WIB

3 Tahun Belum Bayar Tunggakan, 2 Siswi SMP di Sidoarjo Terancam Putus Sekolah

Tunggakan yang belum dibayar MR. (Foto: Dok Pribadi)
Tunggakan yang belum dibayar MR. (Foto: Dok Pribadi)

Sidoarjo - Dua siswi SMP swasta di Buduran, Sidoarjo, NR dan MR terancam putus sekolah karena belum bisa melunasi tunggakan yang hampir tiga tahun.

Dua siswi ini merupakan anak pasangan Ali Usman dan Yati Susiwati warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Yati Susiwati harus meneguhkan hatinya lantaran tunggakan sekolah kedua anaknya selama tiga tahun mulai dipertanyakan pihak sekolah.

"Suami kerjanya ngamen penghasilannya tidak tentu. Dulu saya ngamen berdua tapi saat ini saya masih punya bayi baru berumur 1 tahun, jadi belum bisa bantu ngamen lagi," kata Susi, Selasa (18/1/2022). Akibatnya, biaya dua anaknya yang hampir menunggak tiga tahun belum juga terbayar.

"Saya sudah mengirimkan pengajuan bantuan ke yayasan, tapi belum ada tanggapan," ujarnya.

Tunggakan biaya sekolah yang harus dilunasi NR senilai Rp7.180.000, sementara untuk MR sebesar Rp5.115.000.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Saat ini, Susi bekerja serabutan untuk membantu suaminya mencari nafkah serta bisa membayar tunggakan biaya kedua anaknya.

Susi juga harus memikirkan Tugu Sugiarti yakni orang tua dari suaminya yang saat ini berusia lanjut dan sering sakit.

"Empat tahun lalu orang tua saya (ibu) mengalami putus saraf tulang belakang dan harus operasi, akhirnya saya pinjam di rentenir dengan jatuh tempo tahun ini," tuturnya.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Saat ini dia dikejar-kejar rentenir dan terus ditagih agar segera membayar utang biaya operasi ibunya sewaktu sakit.

"Saya bingung minta bantuan siapa kalau gak segera dibayar anak saya gak bisa ikut ujian dan putus sekolah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.