Senin, 22 Jun 2026 04:01 WIB

Balita di Sidoarjo Tak Punya Lubang Anus Butuh Bantuan, 2 Tahun Menunggu Operasi

DN saat bersama ibunya. (Foto: Muha for jatimnow)
DN saat bersama ibunya. (Foto: Muha for jatimnow)

Sidoarjo - Muhammad Haidar Dhanu Abrisam (2) balita di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo tidak mempunyai lubang anus. Ia menderita atresi ani atau anus imperforata, yaitu kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna.

Putra dari pasangan bapak Hafid Nurussoba (41) dan Ibu Nurul Hidayati (40) itu lahir secara caesar di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Penyakit Haidar itu terungkap setelah pihak rumah sakit mengetahui kalau si bayi sempat membuang air besar melalui lubang alat kelaminnya berbarengan dengan buang air kecil.

Akhirnya pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan melakukan operasi (pembuatan pembuangan air besar di samping perut sebelah kiri).

"Setelah Haidar lahir, kemudian diperbolehkan pulang pada tanggal 28 Januari 2020 (pasca-operasi). Kemudian kontrol setiap satu Minggu sekali selama tiga kali. Setelah kontrol ketiga, pihak RS mendaftarkan si bayi untuk operasi kedua. Namun hingga 2 tahun, operasi belum juga dilaksanakan. Katanya pihak rumah sakit diundur nunggu giliran. Hingga saat ini Haidar belum ditangani sama pihak Rumah Sakit dr Soetomo," kata Nurul ketika ditemui di rumahnya, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Ia menambahkan, selama Haidar berada di rumah dia juga rutin membawanya ke Posyandu desa hingga sekarang. Pihak kader dan bidan desa sudah mengetahui bahwa Haidar ini menderita atresia ani. Malahan Haidar mendapatkan jatah susu protein dari puskesmas.

Namun untuk tindakan penyembuhan si bayi, bidan desa hanya memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk diarahkan ke RSUD Sidoarjo.

"SKTM itu untuk digunakan ke RSUD Sidoarjo, namun tidak ada pengawalan, sehingga saya juga bingung pada waktu itu. Akhirnya saya bersama suami membawa anak ke RSUD Sidoarjo. Setelah sampai di sana, kami disarankan untuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, karena penanganan operasi awal dilakukan di Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

Ibu dari tiga anak itu berharap, pemerintah daerah turun tangan mengatasi penyakit yang diderita anaknya

"Harapannya pelaksanaan operasi yang kedua dipercepat, karena sudah dua tahun ini tidak ada kabar lagi dari pihak terkait dalam hal ini Rumah Sakit dr Soetomo," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.