Kamis, 18 Jun 2026 23:09 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Pengusaha Minyak Kelapa di Pacitan Ketiban Berkah

Nanik, produsen minyak kelapa di Pacitan Jawa Timur ketiban rezeki di tengah kenaikan harga minyak goreng (Mita Kusuma/jatimnow.com)
Nanik, produsen minyak kelapa di Pacitan Jawa Timur ketiban rezeki di tengah kenaikan harga minyak goreng (Mita Kusuma/jatimnow.com)

Pacitan - Harga minyak goreng kemasan yang meroket menjadi berkah bagi Nanik Sumiyati (30) dan Umar Aziz (32). Pasutri asal di Desa Piton, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini mempunyai usaha rumahan membuat minyak goreng dari kelapa.

Usahanya itu kini kebanjiran orderan. Dalam sebulan ratusan liter minyak kepalanya laku terjual. Tak hanya itu, blondo hasil limbah minyak juga laris manis.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Nanik mengaku usahanya ini berawal dari lingkungannya banyak kelapa. Bahkan terkadang warga membuang sisa-sisa kelapa karena tidak dimanfaatkan. Biasanya hanya dimanfaatkan sebagai santan.

"Ya dari situ kami buka usaha minyak klentik. Juga limbahnya juga laku terjual," ujar Nanik sambil memproduksi minyak klentik ini, Kamis (13/1/2022).

Pembuatannya juga mudah. Dia menjelaskan awalnya kelapa dikupas dari sabut dan tempurungnya. Lalu diparut menggunakan mesin. Hasil parutan diperas hingga menghasilkan santan yang kental. Kemudian ditambah air sedikit. Hal itu dilakukan agar santan makin banyak.

Santan yang sudah terkumpul, kemudian dimasak di tungku api yang besar. Tujuannya agar cepat mendidih. "Harus sambil diaduk agar tidak gosong, " jelas Nanik.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Katanya, produksi minyak klentik ini memerlukan waktu 1,5 jam hingga 2,5 jam. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan 2 liter minyak kelapa. "Ya kalau kelapanya sekitar 25 buah. Itu jadi 2 liter, " tambahnya.

Dia menegaskan, biasanya sehari menghabiskan 50 buah kelapa. Satu liter minyak dijual Rp45 ribu. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dia membungkus kecil-kecil ukuran 250 ml

Dia mengaku bisa menjual hingga 150 liter sebulan. "Bahkan sampai saya menolaknya, " tegasnya.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Ia juga membuat blondo. Kudapan berbahan ampas dari minyak goreng buatannya itu laku keras. "Kalau blondo 200 gram kami jual Rp10 ribu. Ini kami pasarkan ke media sosial dan marketplace," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.