Minggu, 21 Jun 2026 10:09 WIB

Kerupuk di Madiun Jadi Imut Gegara Harga Minyak Goreng Meroket

Pengusaha kerupuk di Madiun mengurangi ukuran kerupuk karena tingginya harga minyak goreng (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pengusaha kerupuk di Madiun mengurangi ukuran kerupuk karena tingginya harga minyak goreng (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Madiun - Naiknya harga minyak goreng curah maupun kemasan membuat produsen kerupuk di Kabupaten Madiun berputar otak. Salah satunya, mereka memperkecil ukuran kerupuknya.

"Harga minyak goreng mahal. Jadi (kerupuknya) kami jadikan kecil-kecil," ujar salah satu pengusaha kerupuk di Madiun, Pariman, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun itu mengaku setiap hari dapat memproduksi kerupuk sekitar 2 kwintal. Jumlah itu membutuhkan minyak goreng curah 75 kilogram.

"Kalau kita naikkan harga, konsumen bisa kabur," ungkapnya.

Dia mengaku, saat harga masih normal, dalam satu minggu ia biasanya membeli hingga 5 drum minyak goreng curah. Per drumnya berisi 200 liter atau sekitar 180 kilogram.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Sekarang minyak mahal ya hanya beli satu drum saja. Sekarang saja harganya sudah Rp 3,5 juta. Jika dihitung per liter berada di kisaran Rp 17.500 . Padahal harga minyak goreng curah sebelumnya per drum sekitar Rp 2.750.000," papar dia.

Tidak hanya menjadikan ukuran kerupuk menjadi mini, Pariman terpaksa mengurangi jumlah pekerja. Sebelum harga minyak naik ada 12 pekerja, kini tersia 7 pekerja.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

"Terpaksa jumlah tenaga kerja saya pangkas. Karena saya kesulitan menyeimbangkan antara pendapatan dan upah kepada para pekerjanya," tambahnya.

Dia berharap harga minyak goreng segera cepat terkendali, agar pengusaha kerupuk seperti dirinya dapat terus bertahan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.