Selasa, 16 Jun 2026 00:16 WIB

Jenazah Sempat Tertahan, Ini Penjelasan RS Anwar Medika Sidoarjo

Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo)
Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

Sidoarjo - Direktur RS Anwar Medika, dr Nungky Taniasari memberi klarifikasi terkait tudingan menahan jenazah almarhum Tukiman yang meninggal dunia pada Senin (10/1/2022) lalu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses pemulasaraan jenazah sesuai prosedur. Sebab itu ia menampik kabar penahanan jenazah warga Dusun Sumotuwo, Desa Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Kabar tersebut tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan secara prosedural," kata dr Nungky Taniasari saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, almarhum dirawat selama tiga hari sejak Sabtu (8/1) hingga nafas terakhirnya Senin (10/1). Sudah mendapatkan perawatan yang layak dan memberi tahu jika Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik almarhum sudah tidak aktif.

"Mulai awal dirawat selama tiga hari itu pihak rumah sakit sudah menanyakan kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik almarhum sudah tidak aktif dan diarahkan ke pasien umum," jelasnya.

Baca Juga: Kasihan, Jenazah di Sidoarjo Sempat Ditahan RS karena Belum Lunasi Perawatan

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Ia menambahkan, pelayanan sesuai prosedur untuk biaya umum adalah keputusan keluarga sejak awal pasien menjalani rawat inap. "Sekali lagi saya tekankan penyanderaan jenazah tersebut tidak benar. Kami sudah melakukan pelayanan dan pemulasaraan secara prosedural," cetusnya.

Kejadian tersebut membuat prihatin Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi, ia mengatakan, pemerintah kabupaten tidak bisa mencover biaya perawatan almarhum dikarenakan dirawat dirumah sakit swasta.

"Alhamdulillah jenazah sudah dibawa pulang dan dikebumikan. Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi," terang Subandi di balai Desa Sumokembangsri.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ia menambahkan, Kartu Indonesia Sehat/KIS yang dimiliki almarhum juga sudah berhenti. Namun dirinya bersama paguyuban kepala desa Sidoarjo berupaya menuntaskan permasalahan seperti itu.

Dirinya mewanti-wanti kepada seluruh pejabat pemerintahan untuk segera menyelesaikan persoalan seperti ini bila terjadi dan berharap tidak terulang lagi. "Harapan saya kedepan jangan sampai terjadi seperti ini lagi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.