Senin, 22 Jun 2026 23:27 WIB

Anggota Komisi III Ditangkap Kejaksaan, Ini Kata Ketua DPRD Kota Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 06 Jan 2022 14:21 WIB
Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Terkait anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan yang diamankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan karena jeratan Pasal 378 Jo Pasal 372 KUHP, jajaran DPRD hanya bisa menghormati proses hukum.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan, karena kasus yang menjerat politisi Partai Amanat Nasional (PAN) bernama Helmi itu adalah masalah pribadi, tidak melibatkan instansi DPRD.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Kita menghormati proses hukum yang berlaku, dan kasus hukum yang dialami yang bersangkutan adalah masalah pribadi bukan melibatkan institusi kami di DPRD kota Pasuruan," jelas Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan, Kamis (6/1/2022).

Ismail menerangkan, Helmi di DPRD Kota Pasuruan menjabat sebagai Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah). Meski Helmi menjalani penahanan, dikatakan untuk sementara kerja Bapemperda tidak akan terganggu karena ada wakil ketua dan anggota di jajaran bapemperda.

Baca Juga: Terjerat Dugaan Penipuan, Kejaksaan Tahan Anggota DPRD Kota Pasuruan

Baca Juga: Aset Terpidana Korupsi Kredit BRI Probolinggo Rp300 Juta Disetor ke Negara

"Meskipun yang bersangkutan ketua Bapemperda nantinya kinerja DPRD kota Pasuruan tidak terganggu karena masih ada wakil ketua sama anggota, yang akan melanjankan tugasnya selama yang bersangkutan berhalangan," bebernya.

Di satu sisi Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto, mengungkapkan jika perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan yang disangkakan terhadap Helmi ini dilaporkan ke kepolisian pada tahun 2017 silam.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Korban yang berinisial K ini mengaku jika uangnya senilai Rp1,3 miliar digelapkan oleh Helmi. "Gambaran kasusnya, H ini meminjam uang Rp1,3 miliar. Namun mengembalikan dengan memberikan cek kosong," ungakap Wahyu Susanto.

Selama ditetapkan tersangka, mantan Ketua DPD PAN Kota Pasuruan tersebut dititipkan di ruang tahanan Lapas Pasuruan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.