Kamis, 18 Jun 2026 06:39 WIB

Pelajar SMP di Ponorogo Meninggal Misterius, Polisi Turun Tangan

Polisi mendatangi keluarga korban di Puskesmas Pulung, Ponorogo (Foto: Polsek Pulung)
Polisi mendatangi keluarga korban di Puskesmas Pulung, Ponorogo (Foto: Polsek Pulung)

Ponorogo - Pelajar SMP berinisial PAP, asal Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dilaporkan meninggal, Rabu (5/1/2022). Penyebab meninggalnya pelajar itu masih misterius.

Salah satu Guru SMPN 2 Pulung, Anik Wijayanti menjelaskan, korban tiba di sekolah pukul 06.00 WIB pagi bersama temannya. Kemudian sekitar pukul 06.45 WIB, korban izin untuk pulang ke rumah karena tidak enak badan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Jadi di sekolah cuma 45 menit saja. Korban izin ke guru piket, alasannya kepalanya sakit," ujar Ani kepada wartawan di SMPN 2 Pulung.

Ani menyebut, saat itu korban dijemput oleh orangtuanya. Dan saat dijemput, korban sudah terlihat pucat, juga lemas.

"Jadi sama orangtuanya langsung dibawa ke Puskesmas Pulung," ungkap dia.

Namun menurut cerita orangtua korban, saat perjalanan menuju puskesmas, anaknya sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sementara Kapolsek Pulung, Iptu Hariyadi membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, pelajar itu meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Pulung.

Hariyadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan, dugaan sementara korban mengalami Asfiksia Neonatorum, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen serta aliran darah ke otak.

"Jadi korban selama tiga hari sebelumnya memang sakit dan tidak mau makan selama tiga hari," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Saat ini korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, keluarga juga sudah menerima kejadian tersebut," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.