200 Siswa SD Santa Clara Surabaya Ikuti Vaksin Merdeka Anak Polda Jatim
- Penulis : Farizal Tito
- | Rabu, 05 Jan 2022 14:52 WIB
Surabaya - Sebanyak 200 siswa SD Santa Clara Surabaya mendapatkan vaksinasi dosis satu dan dua pada gelaran Vaksin Merdeka Anak yang dihelat Polda Jatim, Rabu (5/1/2022).
Ketua Yayasan Santa Clara, Maria Laurdes mengatakan, dengan dilakukan vaksinasi pada 200 siswanya ini berarti sebanyak 700 siswa SD di sekolahnya telah tervaksin. Sehingga bisa menambah optimisme jelang pembelajaran tatap muka dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar
"Untuk siswa siswi di SD saja sudah 700 anak. Berkah tuhan, tidak ada kendala. Prinsipnya kami siap jika sewaktu-waktu pemberlakuan PTM dilaksanakan," kata Maria.
Selain optimalisasi vaksinasi, pihaknya juga selalu memberlakukan protokol kesehatan ketat yang diajarkan kepada murid-muridnya. "Kami sudah lakukan sosialisasi sejak awal kepada siswa juga wali murid. Semua sarana juga sudah kami siapkan mendukung Prokes secara ketat," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta memastikan sudah 32 persen capaian vaksinasi anak usia sekolah di Jawa Timur dari total 2,5 juta dosis yang ada. Vaksinasi serentak itu dilakukan di seluruh kabupaten-kota di Jawa Timur sebanyak 115 titik.
Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil
"Kami lakukan serentak di 115 titik di Jawa Timur dengan sasaran anak usia 5 sampai 11 tahun," tegas Nico.
Nico juga mengapresiasi Kapolrestabes Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya yang menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam pelaksanaan vaksinasi.
Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung
Dengan menyebar bus vaksin khusus anak, Nico optimisi, sebanyak 275 ribu anak di Kota Surabaya ini bisa tervaksin di akhir bulan ini.
"Surabaya dengan kesuksesannya untuk capaian vaksinasi, menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur. Harapannya akhir bulan ini sudah 100 persen terutama di Surabaya," tandasnya.
Editor : Zaki Zubaidi