Minggu, 21 Jun 2026 06:50 WIB

Motif Pengerusakan Atribut NU di Nganjuk, Polisi: Karena Euforia

  • Penulis :
  • | Selasa, 26 Jun 2018 12:36 WIB
Pencopotan spanduk Pagar Nusa oleh sekelompok orang di Nganjuk
Pencopotan spanduk Pagar Nusa oleh sekelompok orang di Nganjuk

jatimnow.com - Polres Nganjuk menetapkan tiga pesilat dari oknum PSHT sebagai tersangka atas kasus dugaan pengerusakan atribut bergambar lambang NU dan pendiri NU KH Hasyim Asy'ari di Nganjuk. Apa motif oknum pesilat itu merusak atribut NU?.

"Untuk sementara ini, motifnya karena euforia. Pelaku ini tersulut emosi, karena bersama kelompok dengan jumlah massa yang banyak, dia merasa keberaniannya muncul," kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta, Selasa (26/6/2018).

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Ketiga tersangka dari oknum PSHT ini berasal dari Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengaku tidak ada unsur balas dendam. "Spontanitas semua," tuturnya.

Baca juga: Polres Nganjuk Tetapkan 3 Tersangka Kasus Perusakan Atribut NU

Kapolres menambahkan, tersangka melakukan pengerusakan karena spontanitas dan tidak ada yang mengkomandoi atau menyuruhnya.

"Mereka menyatakan tidak ada yang memberikan komando. Mereka euforia, merasa jumlahnya banyak makanya berani melakukan hal-hal tersebut," jelasnya.

Kapolres menegaskan, penyidik terus bekerja untuk menuntaskan perkara tersebut, agar bisa tercapai keadilan. Bahkan, tidak menutup kemungkin jumlah tersangka bisa bertambah lagi.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

"Imbauan saya, mohon dari pihak NU, Pagar Nusa untuk menahan diri dan mempercayakan pada kami untuk menanganinya. Kami terus bekerja dan sudah ada wujud nyata (menetapkan tersangka pengerusakan)," tuturnya.

Baca juga: Ini Peran Ketiga Tersangka Pengerusak Atribut NU di Nganjuk

Kapolres juga mengimbau kepada massa atau dari kelompok PSHT yang melakukan pengerusakan, untuk bertindak proaktif dan menyerahkan diri ke kepolisian.

"Jangan menunggu kami untuk menangkapnya. Kalau memang gentleman atau merasa menjadi pendekar, mohon untuk menyerahkan diri," jelasnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

 

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.