Rabu, 17 Jun 2026 07:23 WIB

Pengamen asal Pacitan Aniaya Petugas Satpol PP di Surabaya hingga Babak Belur

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 04 Jan 2022 13:59 WIB
Pengamen asal Pacitan aniaya petugas Satpol PP di Surabaya hingga babak belur. (Foto: dok Polsek Wonokromo/jatimnow.com)
Pengamen asal Pacitan aniaya petugas Satpol PP di Surabaya hingga babak belur. (Foto: dok Polsek Wonokromo/jatimnow.com)

Surabaya - Sukma Gustyan alias Tyan, pemuda 29 tahun asal Pacitan diamankan Unit Reskrim Polsek Wonokromo setelah terbukti menganiaya seorang anggota Satpol PP hingga babak belur.

Akibat perbuatannya tersebut, kini Tyan harus meringkuk di sel tahanan.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Kanitreskrim Polsek Wonokromo, Iptu Soekram menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada akhir November 2021 lalu.

Korban yang bernama Aftina Fityan (25), warga Jalan Dukuh Bulak Banteng II, Suropati, saat itu tengah melakukan razia pengamen bersama anggota Satpol PP lainnya di daerah Jagir Wonokromo.

Saat melakukan razia itu, korban melihat pelaku melarikan diri, hingga akhirnya dilakukan pengejaran. Namun, saat berhasil dihentikan, pelaku malah menganiaya korban dengan pukulan hingga babak belur.

"Korban saat itu berusaha mengejar tersangka yang kabur. Setiba di lokasi ternyata korban malah dipukuli hingga ditendang oleh tersangka," jelas Soekram, Selasa (4/12/2021).

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Korban sampai mengalami luka lecet di leher, memar di kaki, paha dan kepala. Menurut pengakuan tersangka, ia tidak terima dikejar oleh korban layaknya maling," tambahnya.

Usai kejadian, korban harus menjalani perawatan medis di rumah sakit, sebelum akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polsek Wonokromo.

Setelah mendapatkan sejumlah alat bukti termasuk hasil visum, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

"Saat itu tersangka sempat melarikan diri setelah melakukan aksinya. Kemudian pada hari rabu tanggal 30 Desember, dia berhasil kami amankan," kata Soekram.

Kepada penyidik, tersangka mengaku nekat menganiaya korban lantaran kesal saat dikejar layaknya maling. Padahal, saat itu tersangka hanya mencari uang dengan cara mengamen.

"Jadi, tersangka ini kesal, marah terhadap korban karena dikejar seperti maling. Akhirnya kemudian terjadilah penganiayaan tersebut," tandas mantan Kanit Tipidkor Polrestabes Surabaya itu.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.