Rabu, 17 Jun 2026 14:25 WIB

Honorer Tak Digaji, Mantan Kepala Puskesmas Gondang: Titipan Petinggi

Mantan Kepala Puskesmas Gondang dr Rosa Priminita. (Foto: Lutfi for jatimnow.com)
Mantan Kepala Puskesmas Gondang dr Rosa Priminita. (Foto: Lutfi for jatimnow.com)

Mojokerto - Kasus honorer tidak digaji selama 23 bulan akhirnya mendapat tanggapan dari mantan Kepala UPT Puskemas Gondang, Kabupaten Mojokerto, drg Rosa Priminita.

Ia mengatakan, 17 orang yang tidak digaji itu bukan pegawai honorer. Mereka belum mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan. Statusnya magang, sehingga tidak ada gaji.

Baca Juga: Honorer di Tulungagung Berharap Diusulkan Sebagai Pegawai Paruh Waktu

"Surat yang mereka terima itu surat magang bukan surat SK. Waktu masuk pun saya tidak tahu siapa yang membawa, tahu-tahu sudah ada CV (curriculum vitae)," kata Rossa, Senin (3/1/2022).

Perempuan yang saat ini menjabat Kepala Puskesmas Kupang Jetis menambahkan, ia mengklaim dulu sudah mengumpulkan serta menjelaskan kepada 17 orang itu. "Pernah saya kumpulkan dan saya menjelaskan status mereka hanya magang," terangnya.

Baca Juga: Honorer Puskesmas Gondang Mojokerto Mengaku Tak Digaji 23 Bulan

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

Menurut Rossa, ada titipan dari pejabat tinggi terkait 17 orang itu, namun ia belum pernah bertemu dengan pejabat tinggi tersebut.

"Mohon maaf ya, saya tidak menyebut siapa-siapa. Cuman yang pasti petinggi-petinggi. Bertatap muka saja saya tidak pernah," jelasnya.

Baca Juga: Gus Fawait Sebut Gaji Non-ASN Jember Tinggal Tunggu Rekomendasi

Masih kata Rossa, ketika ia kepala Puskesmas Gondang, memang membutuhkan tenaga tambahan yang akan digaji dengan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat dana BLUD cair namun 17 orang itu tidak digaji dengan dalih tidak ada adanya aturan.

"Mereka masuk 2020, BLUD kan rencananya 2021. Anggaranya ada, tapi aturannya yang tidak ada. Masak saya mengeluarkan uang tanpa ada aturan. Kan saya nanti salah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.